KEDIRI, JP Radar Kedir—Polres Kediri fokus memburu pelaku pembuangan bayi di persawahan Dusun Baba’an, Desa Tugurejo, Ngasem.
Untuk mengungkap identitas orang tua yang tega menelantarkan darah dagingnya itu, penyidik mengumpulkan rekaman closed circuit television (CCTV) di lokasi. Mereka juga meminta keterangan dari sejumlah warga.
Penyelidikan gabungan dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri bersama Polsek Ngasem.
Dua hari melakukan penelusuran, mereka berhasil mengamankan sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi. Baik sebelum kejadian pembuangan bayi maupun setelahnya.
Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan melalui Kepala Unit (Kanit) PPA Ipda Eko Idya Sunarwan mengatakan, saat ini proses penyelidikan masih terus berjalan.
Polisi, kata Eko, terus menggali keterangan dari sejumlah pihak untuk mempersempit pencarian pelaku pembuangan bayi.
“Kami mengumpulkan rekaman CCTV untuk melacak siapa orang tua yang tega membuang bayinya di sana,” kata Eko.
Berapa rekaman CCTV yang sudah diamankan? Eko belum bersedia memerinci jumlahnya.
Meski demikian, penyidik sudah mengantongi beberapa rekaman yang saat ini masih didalami.
Diakui Eko, lokasi penemuan yang merupakan area persawahan minim rumah penduduk menjadi salah satu kendala. Meski demikian, mereka masih terus melakukan penelusuran.
Selebihnya, penyidik juga berkoordinasi dengan pihak terkait tentang penanganan bayi. “Kami komunikasikan dengan dinas terkait tentang penanganan bayi ke depan,” terangnya.
Untuk diketahui, penyelidikan kasus pembuangan bayi di Desa Tugurejo juga turut melibatkan pemerintah desa (pemdes) setempat.
Mereka turut melakukan tracing atau pelacakan. Salah satunya, mengidentifikasi warganya yang berusia produktif.
“Semalam (28/5) lidik sama reskrim sampai jam 02.00 pagi (29/5). Sampai sekarang masih pengembangan,” ungkap Kades Tugurejo Agung Witanto.
Baca Juga: Geger! Penemuan Bayi Perempuan Masih Bertali Pusar di Pinggir Sawah Tugurejo Ngasem Kediri
Seperti diberitakan, Kamis (28/5) lalu warga Dusun Baba’an, Desa Tugurejo gempar. Ini setelah warga yang sedang ngasak atau mencari sisa-sisa panenan jagung mendapati bayi perempuan yang dibuang di rerumputan pinggir sawah.
Bayi berjenis kelamin perempuan itu dibiarkan telanjang beralas sarung bantal saja. Kulit bayi yang tali pusarnya masih menempel itu berwarna kemerahan karena terbakar panas matahari.
Ditemukan pukul 10.45, bayi malang itu lantas dibawa ke RSUD SLG untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi diduga telah dilahirkan beberapa hari sebelumnya. Diduga bayi sudah berada di lokasi selama beberapa jam.
Akibatnya, bayi mengalami iritasi akibat terpapar sinar matahari atau sunburn. Selebihnya, bayi juga kekurangan nutrisi karena dibiarkan di tempat terbuka selama berjam-jam.
Editor : Andhika Attar Anindita