Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bayi Perempuan yang Dibuang di Sawah Ngasem Alami Sunburn karena Diletakkan di Rerumputan Tanpa Baju: RSUD SLG Lakukan Perawatan Intensif

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 29 Mei 2026 | 05:55 WIB
Petugas NICU RSUD SLG tengah merawat bayi perempuan yang ditemukan di area persawahan Tugurejo, Ngasem. (Foto Asad MS)
Petugas NICU RSUD SLG tengah merawat bayi perempuan yang ditemukan di area persawahan Tugurejo, Ngasem. (Foto Asad MS)

KEDIRI, JP Radar Kediri—Sungguh biadab perbuatan orang tua yang tega membuang anak perempuannya di persawahan Dusun Baba’an, Desa Tugurejo, Ngasem kemarin.

Bayi merah itu diletakkan di rerumputan tanpa baju. Melainkan hanya diberi alas kain motif kotak-kotak hitam dan putih.

Keberadaan bayi malang itu kali pertama diketahui oleh Mujianto. Pria asal Desa Karangrejo, Ngasem itu sedang ngasak atau mencari sisa jagung yang baru dipanen di sekitar lokasi, pukul 10.45 kemarin.

“Saksi yang sedang berada di lokasi mendengar suara tangisan bayi,” ungkap Kapolsek Ngasem Ipda Heri Priyadi.

Mendengar suara tangis bayi di area persawahan, Mujianto pun langsung berusaha mencari sumber suara.

Betapa terkejutnya dia saat melihat bayi merah dalam kondisi tergeletak di rerumputan. Bayi yang tali pusarnya masih melekat di tubuh itu tidak memakai baju.

Baca Juga: Geger! Penemuan Bayi Perempuan Masih Bertali Pusar di Pinggir Sawah Tugurejo Ngasem Kediri

Melainkan hanya diberi alas kain bermotif kotak-kotak hitam dan putih yang diduga sarung bantal. Melihat kondisi tersebut, Mujianto langsung memberi tahu warga.

Selanjutnya, perangkat desa berkoordinasi dengan Polsek Ngasem untuk penanganan lebih lanjut. “Sekarang bayi sudah dirawat di RSUD SLG,” lanjut Heri.

Terkait penanganan kasusnya, perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku pembuang bayi.

“Kami masih menyelidiki identitas orang tua yang membuang bayi ini,” terang Heri.

Terpisah, Kepala Dusun Jeruk, Desa Tugurejo Yoni mengatakan, dirinya mendapat laporan tentang penemuan bayi di persawahan wilayahnya kemarin pagi.

“Saya langsung koordinasi dengan polsek, babinsa dan koramil setelah mengecek kondisi bayi,” ungkap Yoni tentang kondisi bayi yang tali pusarnya masih menempel tapi ari-arinya tidak ada itu.

Setelah mengamankan bayi tersebut ke RSUD SLG, menurut Yoni Polsek Ngasem juga langsung koordinasi dengan pihak desa.

Baca Juga: Heboh! Penemuan Bayi Laki-Laki di Depan Rumah Warga Gadungan Puncu Kabupaten Kediri

Terutama untuk menyelidiki identitas perempuan hamil di sana. “Kalau untuk Dusun Jeruk, sejauh ini tidak ada yang hamil,” tutur Yoni.

Sementara itu, setelah ditangani oleh RSUD SLG, kondisi bayi perempuan yang dibuang di persawahan kemarin mulai membaik.

Direktur RSUD SLG dr Tony Widyanto SpOG (K) melalui Kabag Tata Usaha RSUD SLG Awang Huda Darmawan menyebut, bayi masuk ke IGD sekitar pukul 11.00.

Bayi dengan berat 2.200 gram dan panjang 43 sentimeter itu ditemukan dalam kondisi kurang asupan nutrisi serta terpapar panas matahari cukup lama.

“Waktu datang ada plasenta tapi sudah terpisah. Kondisinya ada tanda-tanda seperti sunburn karena kemungkinan cukup lama terpapar sinar matahari. Sekarang dirawat di ruang intensif bayi dan kondisinya bagus,” ujarnya. RS, lanjut Awang, belum bisa memastikan usia bayi.

Baca Juga: Bayi Meninggal Usai Dilahirkan, Polisi Dalami Dugaan Praktik Aborsi di Gurah Kediri

Namun, dari hasil pemeriksaan fisik, diduga bayi sudah dilahirkan beberapa hari sebelum ditemukan warga.

Hal itu terlihat dari kondisi tali pusar yang mulai mengering serta ketuban yang sudah mengeluarkan bau.

Meski demikian, rumah sakit tidak bisa memastikan berapa lama bayi berada di lokasi penemuan.

Dugaan sementara, bayi sempat berada di area persawahan selama beberapa jam sebelum akhirnya ditemukan warga yang sedang mencari sisa jagung di sawah.

Hingga kemarin bayi masih ditangani oleh dokter spesialis anak serta tim perawat NICU.

Nutrisi bayi juga mulai tercukupi melalui pemberian infus dan susu formula. “Harapan kami kondisinya segera optimal dan tidak perlu dirujuk. Untuk SDM dokter maupun perawat di sini juga siap menangani,” tandasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#ppa satreskrim polres kediri #rsud slg #penemuan bayi