KEDIRI, JP Radar Kediri–Polres Kediri Kota masih terus mengembangkan kasus pengungkapan ‘pabrik’ video porno di tempat kos Kelurahan Bandarkidul, Mojoroto. Meski demikian, korps baju cokelat mengaku kesulitan melacak pembeli video porno. Pasalnya, Dani, 30, dan Murni, 22, mengedarkan dengan sistem beli putus.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, pelaku sengaja menjual video porno dengan sistem beli putus. Pembeli membayar video yang diminati dengan melakukan transfer atau mengirim lewat e-wallet atau dompet digital. “Setelah pembayaran selesai, penjual atau tersangka mengirim video melalui Telegram,” ungkap Anggi.
Dalam pelacakan polisi, pembeli menggunakan inisial-inisial di akun media sosial mereka. Penggunaan inisial tersebut, diakui Anggi jadi kendala bagi polisi untuk melacak keberadaan pemilik aslinya.
Baca Juga: Polisi Bongkar ‘Pabrik’ Video Porno di Bandarkidul Kediri, Ini Kronologi Yang Wajib kamu Ketahui!
“Biasanya (pelanggan, Red) menggunakan fake account sehingga ketika kami trace (lacak, Red) belum ketemu,” terang bapak dari tiga anak itu.
Diakui Anggi, pola tindak kejahatan sebenarnya masih sama. Baik pembuat maupun pembeli tidak menggunakan identitas aslinya. “Masak beli film porno pakai data asli tidak mungkin. Biasanya orang melakukan kejahatan menyamarkan (identitas asli, Red),” tandasnya.
Untuk diketahui, ‘pabrik’ video porno beroperasi sejak 2025. Sedikitnya ada 20 video yang dipasarkan lewat grup Telegram. Dani dan Murni berdalih baru meraih pendapatan Rp 3 juta.
Dalam pemeriksaan Dani mengaku membuat video porno berdasar permintaan pelanggan. Mulai dari adegan hingga gaya yang digunakan. Pembuatan video juga menyesuaikan dengan tarif harga yang ditentukan. Semakin detail permintaan maka tarif harga yang ditetapkan tambah mahal.
“(Pelaku, Red) membuat (video porno) berdasarkan request pemesan. Jadi ada price list yang ditetapkan sesuai dengan permintaan pemesan,” beber Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata.
Penyidik, lanjut pria yang akrab disapa Sarif itu, masih berusaha mencari pelanggan yang ada di dalam grup tersebut. Mengingat pemesannya tidak hanya dari wilayah Kediri saja. Melainkan juga dari luar Kediri. “Sementara masih kami dalami. Ada indikasi mungkin dari luar,” tandas perwira asal Tangerang itu.
Polisi menurut Sarif masih akan mendalami motif dari pembeli video porno. Yakni, apakah hanya digunakan sendiri atau untuk disebarkan kembali.
Baca Juga: Ini yang Dilakukan Pemkot Kediri Waspadai Konten Pornografi yang Semakin Marak
“Apakah dia menyebarkan lagi atau dibuat konsumsi pribadi. Mohon waktu mengingat di Telegram akunya anonim,” tandasnya sembari menyebut ada ratusan pelanggan di grup tersangka.
Seperti yang diberitakan, pengungkapkan produksi video porno itu berasal dari laporan masyarakat pada 10 April silam. Menindaklanjuti hal tersebut, anggota unit resmob dan anggota unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) melakukan penyelidikan ke lokasi. Hasilnya, pemilik kos membenarkan keberadaan pasangan suami-istri yang menyewa salah satu kamar di sana.
Sehari kemudian atau pada 11 April 2026, tim gabungan melakukan pencarian dan menangkap Dani bersama Murni pada pukul 03.00 dini hari.
Editor : Andhika Attar Anindita