KEDIRI, JP Radar Kediri – Kasus viral sosok pocong yang sempat meresahkan warga Kecamatan Plosoklaten berbuah panjang.
Tiga bocah yang terlibat dalam aksi tersebut telah diamankan polisi. Korps Bhayangkara juga memanggil orang tua mereka untuk dilakukan pembinaan.
Sebelumnya, video penangkapan sosok berpakaian pocong di simpang empat Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, viral di media sosial.
Dalam video itu, warga bersama polisi mengamankan sosok menyerupai pocong yang dianggap meresahkan masyarakat.
Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan mengatakan, tiga pelaku yang diamankan seluruhnya masih berstatus anak di bawah umur.
Karena itu, penanganan dilakukan dengan pendekatan pembinaan.
Baca Juga: Viral Penangkapan Pocong di Kediri, Polisi: Bocah Iseng Bikin Konten untuk Menakuti Warga
Joshua mengatakan, menindaklanjuti adanya hal tesebut, pihaknya juga memanggil orang tua pelaku. Setelahnya, pihaknya melakukan pembinaan.
“Kita undang orang tuanya mas untuk sebagai pembelajaran,” ujarnya.
Joshua menegaskan, aksi tersebut bukan bagian dari teror pocong seperti isu yang berkembang di media sosial.
Menurut dia, para bocah itu hanya membuat konten untuk menakut-nakuti warga setelah terpengaruh tren viral di media sosial.
Hal itu dilakukan karena mereka fomo. Atau ikut-ikutan video yang sedang viral di media sosial.
“Itu hanya untuk konten dan nakut-nakuti orang. Karena terpengaruh medsos,” ungkapnya.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi Sabtu (23/5) malam sekitar pukul 21.00. Saat itu, warga dibuat penasaran dengan kemunculan sosok pocong di tepi jalan yang ternyata merupakan bocah yang iseng membuat konten untuk menakut-nakuti.
Baca Juga: Polres Kediri Raih Penghargaan Terbaik II Se-Jawa Timur Capaian Serapan Jagung ke Bulog Tahun 2026
Menurut Joshua, aksi tersebut baru pertama kali dilakukan. Seluruh pelaku juga diketahui merupakan warga Kecamatan Plosoklaten.
Meski tidak mengarah pada tindak pidana teror, polisi tetap memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak membuat konten yang memicu keresahan warga. (sad)
Editor : Andhika Attar Anindita