Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

JPU Hadirkan Ibu, Nenek, dan Ayah Tiri MAM, Ini Kesaksiannya!

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 19 Mei 2026 | 23:36 WIB
Petugas penjaga tahanan dan Raf mendorong Sumilah menggunakan kursi roda memasuki ruang sidang anak di PN Kediri. (Hilda/JPRK)
Petugas penjaga tahanan dan Raf mendorong Sumilah menggunakan kursi roda memasuki ruang sidang anak di PN Kediri. (Hilda/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Keluarga-Sidang kasus tewasnya MAM, 4, akibat penganiayaan oleh Raf, 17, yang tak lain adalah sepupunya, kembali digelar kemarin.

Dalam sidang kedua tersebut, ada lima saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Mereka memberikan kesaksian terkait aksi Raf yang berujung pada kematian balita asal Lingkungan Baudendo, Ngronggo pada April lalu.

Lima saksi yang dihadirkan kemarin merupakan keluarga dan tetangga sekitar. Dari pihak keluarga ada Sumilah, 64, neneknya; Ria, 39, ibu kandungnya; dan Suwito, ayah tiri.

Sedangkan tetangga yang dihadirkan adalah Ketua RW 06 Lingkungan Baudendo, Ngronggo Baharudin Yusuf, serta Ika, tetangga MAM. dekat rumahnya.

“Saksi yang dihadirkan ada ibu dan ayah tirinya. Kemudian ada neneknya, tetangga dan ketua RW (rukun warga, Red),” ujar JPU Yudo Wahono.

Baca Juga: Orang Tua MAM Wajib Lapor Dua Kali dalam Seminggu, Ini Alasannya!

          Dari pernyataan lima saksi, menurut Yudo mayoritas mengaku tidak mengetahui terkait tindakan Raf yang menganiaya MAM hingga tewas. Hanya saja, beberapa pernyataan membuka fakta baru tentang kondisi MAM yang sering dianiaya oleh orang-orang terdekatnya.

“(Sumilah, Red) posisi sering di rumah  maka mengasuh tiga cucunya. Karena capek jadi memukul menggunakan tongkat kayu dari sapu atau pipa,” lanjut Yudo.

Tidak hanya itu, dua tetangganya juga mengetahui jika MAM dan 2 kakaknya sering mendapat kekerasan. Mulai dari dimarahi, dicubit, dan dipukul.

Baca Juga: Breaking News! Polisi Tetapkan Kakak Sepupu MAM Jadi Tersangka, Ini Alasanya!

Yudo menegaskan, MAM, Fit, dan Fif pernah mendapat kekerasan dari Sumilah dan Suwito. Adapun Ria lebih sering memarahi anak-anaknya dengan nada keras.

Menurut ketua RW keluarga ini tertutup. Dia juga pernah melihat MAM minum dari air yang berada di bak musala seperti orang telantar,” tuturnya sembari menyebut hari ini (20/5) JPU akan menghadirkan saksi ahli dari kedokteran forensik.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, Sumilah hadir memakai rompi oranye. Menggunakan kursi roda, dia didorong oleh penjaga tahanan dari kejaksaan dan diikuti oleh Raf, cucunya.

Menjadi perhatian banyak orang, ekspresi lansia itu terlihat datar. Adapun Raf terus menunduk dan berupaya menghindari kamera. “(Ria, Red) kalau ibunya MAM tidak mengetahui (penganiayaan). Tahunya berangkat sudah dimandikan dan diberi makan,” ungkap Rini Puspitasari, penasihat hukum Raf.

Baca Juga: Polisi Masih Dalami Keterlibatan Orang Tua MAM, Ini Yang Dilakukan Pemkot!

Adapun saat Ria pulang, Sumilah meminta agar putrinya itu memandikan MAM. Namun, saat dicek, badannya sudah dalam kondisi dingin. Melihat itu, Raf langsung meminta tolong kepada tetangganya.

Di depan majelis hakim, Sumilah juga beralasan tidak mengetahui saat Raf menganiaya MAM. “(Sumilah, Red) duduk di depan setelah menyuruh Raf untuk ‘ngopeni’. Ini sesuai pernyataan kakanya kemarin kalau sempat mendengar Raf bilang ke MAM suruh nurut sama neneknya yang sudah tua,” tandas Rini.

          Sementara itu, selain keterangan para saksi, momen pertemuan Raf dengan Ria kemarin juga digunakan oleh sang keponakan untuk meminta maaf kepada bibinya itu. Suasana persidangan yang semula tegang berubah menjadi haru atas tindakan keduanya yang saling meminta maaf.

Baca Juga: UPT PPA Kota Kediri Fokus Pulihkan Mental Dua Kakak MAM, Bocah Korban Penganiayaan di Ngronggo

“Raf ini dikenal baik. Selama ini ketika main ke rumah sering memandikan MAM, mengajak main, dan membelikan jajan,” tutur Rini membela kliennya.

Seperti diberitakan, MAM ditemukan tewas di rumahnya, di Lingkungan Baudendo, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri pada Rabu (15/4) sore. Dia didapati telentang dengan kondisi baju dan badan basah. Di tubuhnya didapati banyak luka memar. (la/ut)

Editor : Andhika Attar Anindita
#MAM #PENGANIAYAAN MAM #Balita tewas Ngronggo #Raf #kota kediri