KEDIRI, JP Radar Kediri-Perbuatan Hj, 63, salah satu tokoh agama di Kecamatan Ngadiluwih ini tak patut ditiru.
Pria yang sering mengisi ceramah agama di desanya itu dilaporkan mencabuli sepuluh anak yang mengaji di dekat rumahnya. Aksi bejatnya itu dilakukan saat anak-anak istirahat mengaji.
Murjito, pengurus RT setempat mengatakan, aksi cabul Hj terungkap pada Minggu lalu (10/5). Saat itu, dia mendapat laporan dari salah satu warga.
Mereka menyebut Hj menunjukkan kemaluannya kepada anak-anak yang mengaji di masjid.
“Pertama ada empat anak (yang jadi korban). Terus tambah lagi, akhirnya sampai 10 korban,” kata Murjito sembari menyebut korban mayoritas duduk di bangku SD. Adapun yang paling besar kelas 1 SMP.
Begitu mendapat pengaduan warga, pemerintah desa langsung memanggil Hj untuk dimintai keterangan.
Namun, pensiunan guru di SMAN favorit Kabupaten Kediri itu beberapa kali mangkir. Bahkan, saat dijemput oleh perangkat desa, dia tidak ada di rumah.
Baca Juga: Diduga Cabuli Santrinya, Guru Ngaji di Ngadiluwih Kediri Dibekuk Polisi
“Kami kumpulkan orang tua dan korban, Pak Hj dikasih undangan itutapi dia nggak hadir. Akhirnya sama Bu Kasun dijemput. Tapi katanya orangnya keluar,” tutur Murjito sembari menyebut sikap tidak kooperatif Hj itu membuat orang tua korban sepakat lapor polisi.
Terpisah, Desi, perangkat desa menyebut, aksi cabul Hj terkuak saat dua korban saling bercerita terkait tindakan asusila yang dilakukan Hj. Percakapan anak-anak itu rupanya didengar oleh orang tuanya.
“Akhirnya dari pihak korban si A itu menanyakan ke orang tua teman-temannya yang lain. Akhirnya terbuka semua,” jelas Desi.
Berdasar keterangan para korban, aksi cabul Hj sudah dilakukan beberapa kali selama setahun terakhir.
Salah satu terjadi saat Idul Fitri lalu. Saat itu, korban yang baru saja selesai anjangsana lantas beristirahat di masjid.
Kebetulan, lokasi masjid berada di depan rumah Hj. Saat itu, salah satu anak yang sedang beristirahat dipanggil oleh Hj.
Tanpa curiga, sang anakmencari sumber suara dan mendatangi pria yang biasa berceramah agama itu.
Saat bertemu dengan Hj, tangannya dipegang dan diajak ke belakang rumah. Di sana, korban disuruh untuk berdiri. Adapun Hj berada di dekatnya langsung melakukan onani sambil melihat korban.
“Anaknya tidak sampai disuruh megang (kemaluan). Dia itu suruh melihat saja. Disuruh melihat sampai Pak Hj itu mengeluarkan spermanya,”beber Desi.
Baca Juga: Dua Korban Pencabulan di Pesantren Jalani Terminasi Psikologi, Simak Alasan dan Kondisi Terkininya
Setelah selesai, korban diberi uang Rp50 ribu untuk tutup mulut. Meski tidak sampai memegang area sensitif korban, Hj beberapa kali memegang tangan korban dan mencium pipinya. “Cium-cium pipi juga,” paparnya.
Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (PD Pontren Kemenag) Kabupaten Kediri Muhammad Saiful Rizal mengaku sudah mendapat laporan dari masyarakat. Mereka pun langsung turun melakukan pendalaman.
Hasilnya, Hj tidak mengajar di TPA. Melainkan merupakan pengisi ceramah. “Bukan guru ngaji TPA. Tapi guru ngaji kajian. Kalau kultum atau sejenisnya. Jadi tidak masuk data list guru TPQ secara kelembagaan,” terangnya sembari menyebut pelaku juga merupakan penasihat takmir masjid setempat.
Dari keterangan para guru TPA dan masyarakat, aksi cabul Hj tidak dilakukan saat anak-anak mengaji. Melainkan saat mereka sedang beristirahat.
Kebetulan, di depan rumah Hj yang persis terletak di depan masjid ada mainan ayunan. Ayunan tersebut sering digunakan oleh anak-anak saat istirahat mengaji.
Diduga aksi cabul Hj terjadi saat istirahat mengaji. Yakni saat korban sedang bermain di pelataran rumah pelaku.
“Tidak di masjid dan tidak pada waktu belajar mengajar. Sehingga guru TPA juga tidak ada yang tahu,” jelasnya sembari menyebut sebelum Hj dijemput polisi, dia juga sempat menjadi imam salat di masjid tersebut.
Baca Juga: Jaksa Hadirkan Ibu Korban dan Bapak Pelaku Pencabulan di PN Kediri, Ini Kesaksiannya
Untuk diketahui, Hj yang memakai peci digelandang oleh anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri pada Sabtu (17/5) malam.
Kedatangan polisi ke rumah Hj tercium warga hingga mereka menyemut di sana.
Saat Hj dibawa masuk ke mobil polisi, warga yang geram langsung melontarkan umpatan. Meski dicemooh, Hj malah tersenyum ke arah warga.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan yang dikonfirmasi tentang pemeriksaan Hj membenarkannya. Namun, dia belum bersedia membeber kasusnya. “Tunggu update-nya ya,” pinta Joshua.
Editor : Andhika Attar Anindita