KEDIRI, JP Radar Kediri- Niat hati jual sepeda motor, warga asal Pacitan justru kena tipu. Lulud Milande, 31, warga Kabupaten Pacitan menjadi korban penggelapan sepeda motor saat hendak bertransaksi di lapangan Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Insiden pada Rabu (6/5) lalu itu terjadi saat ia hendak menjual motornya dengan sistem cash on delivery (COD).
Awalnya, sepeda motor Kawasaki Ninja F1 2018 warna hitam merah dengan nomor polisi (nopol) AD 0204 F itu ia tawarkan melalui platform Facebook. Penawaran pun datang dari orang yang mengaku warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Negosiasi pun dilanjutkan dengan janji COD, yang semula direncanakan di Terminal Tamanan.
“Saya tiba di Terminal Tamanan pukul 06.00. Waktu saya telepon belum ada jawaban. Hingga sekitar pukul 07.30 dia telepon meminta untuk berpindah tempat yaitu di lapangan Kelurahan Pojok,” ujarnya, yang datang ke Kota Kediri dengan mengendarai sepeda motor tersebut.
Baca Juga: Polsek Ngasem Ungkap Kasus Penggelapan Mobil Rental, Begini Kronologinya
Sedianya, COD dilakukan di rumah pelaku yang berada tepat di sekitar lapangan. Berdasar penuturan pelaku, rumahnya dikunci oleh istrinya yang sedang keluar rumah. Alhasil pertemuan dilakukan di pinggir lapangan.
“Waktu itu saya sempet curiga kok rumah yang ditunjuk banyak semak belukarnya. Seperti rumah yang tak berpenghuni. Tapi karena tujuannya COD sepeda motor, saya tidak begitu memedulikan hal tersebut,” akunya.
Sayangnya, ia juga tak sempat berkenalan dengan pelaku. Interaksinya hanya terbatas seputar jual beli motor. Saat itu, pelaku juga menawarkan pembayaran melalui transfer serta berjanji untuk mengantarkan dia kembali ke Terminal Tamanan sebelum pulang ke Pacitan. “Percakapan seputar itu saja,” kenangnya.
Tak menaruh curiga, ia juga memperbolehkan pelaku untuk mengecek nomor rangka dan melakukan test drive. Test drive sempat dilakukan sebanyak 2 kali sebelum akhirnya motor itu dibawa kabur.
“Saya sempat terdiam karena kaget. Baru 2 menit setelahnya saya berteriak minta tolong. Ada tiga warga yang mendatangi, salah satunya perempuan yang menjadi saksi bahwasannya saya dan pelaku sempat berinteraksi,” beber Lulud.
Usut punya usut, kejadian penggelapan sepeda motor yang dialami Lulud bukan pertama kalinya terjadi. “Katanya warga, 3 bulan sebelumnya juga pernah kejadian penggelapan sepeda motor di lokasi yang sama,” ungkapnya.
Baca Juga: Pelaku Penggelapan Asal Doko Kediri yang Ditangkap Polrestabes Surabaya Dikenal Tertutup
Ia pun langsung diantarkan warga ke Polsek Mojoroto untuk membuat laporan. Menindaklanjuti laporan itu, penyidik langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan barang bukti seperti closed circuit television (CCTv).
Ditanya terkait ciri-ciri pelaku, Lulud menyebut pelaku berusia sekitar 37 tahun dengan tinggi badan 168 cm. Memiliki perawakan gemuk dan berkulit hitam. Saat kejadian, pelaku mengenakan celana jins dan kaos pendek warna hitam, serta topi berwarna senada.
“Sampai siang kemarin (7/5) informasinya masih melakukan penyelidikan. Tadi sempat dikirimkan 2 foto orang apakah pelakunya, menurut saya bukan semua,” paparnya sembari menyebut kerugian yang dialaminya mencapai Rp 55 juta.
Baca Juga: Pelaku Penggelapan Asal Doko Kediri yang Ditangkap Polrestabes Surabaya Dikenal Tertutup
Terpisah, Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Benar kejadiannya kemarin. Sudah kami buatkan pengaduannya,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita