Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Anak di Kediri Rentan Jadi Korban Kekerasan, Ini Yang Mendominasi!

Hilda Nurmala Risani • Senin, 27 April 2026 | 22:25 WIB
PULIHKAN TRAUMA: Sejumlah anak-anak mengikuti senam dan permainan yang dipandu tim trauma healing dari Unit PPA Kota Kediri di masjid Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri (19/4). (Diana Yunita)
PULIHKAN TRAUMA: Sejumlah anak-anak mengikuti senam dan permainan yang dipandu tim trauma healing dari Unit PPA Kota Kediri di masjid Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri (19/4). (Diana Yunita)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Anak di bawah umur masih rentan menjadi korban kekerasan. Baik berupa kekerasan fisik, seksual, psikologis maupun  penelantaran.

Hal itu terlihat dari data yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Kediri.

Lembaga ini mencatat belasan kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak sepanjang Januari hingga Maret 2026.  

“Triwulan pertama 2026 ada 17 kasus kekerasan perempuan dan anak,” terang Kepala UPT PPA Kota Kediri Suwarsi.

“Paling sering ditemui adalah kekerasan seksual dan mayoritas dialami oleh anak-anak,” lanjut perempuan yang akrab disapa Warsi itu.

Berdasarkan data tersebut, Sembilan dari 17 perkara korbannya adalah perempuan di rentang usia di bawah 18 tahun.

Empat korban adalah perempuan di atas 18 tahun. Sisanya baru laki-laki di bawah 18 tahun.

Baca Juga: Waspada Kekerasan Anak di Ruang Digital, Pemkot Kediri Dukung Komdigi Batasi Akses Media Sosial Anak

Apa penyebabnya? Menurut Warsi, anak rentan jadi korban karena terkait kuasa.

Mereka jadi sasaran  paling rentan karena tidak memiliki kuasa melawan.  

“Anak ini masih sering menjadi korban karena dianggap tidak punya kuasa untuk melawan,” imbuhnya.

Kemudian, dia menambahkan, tindakan tersebut ditopang beberapa faktor penyebab. Baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

Sisi ekonomi, anak yang tumbuh di lingkungan miskin cenderung tidak mendapat perhatian orang tua seutuhnya.

Kedua orang tuanya sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sehingga anak mencoba mencari perhatian pada orang yang salah. Ujungnya menjadi korban kekerasan fisik hingga perkosaan yang akan membentuk lingkaran setan.

Baca Juga: 83 Perempuan dan Anak di Kediri Alami Kekerasan, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Sendiri

Sedangkan sisi sosial, bisa saja mereka tumbuh di lingkungan yang menganggap kekerasan adalah hal biasa untuk membentuk karakter individu. Juga tidak begitu memedulikan pendidikan seks.

Tentu rendahnya pemahaman dan tingkat pendidikan ini akan turut mendorong korban tak punya kuasa ketika pelaku merupakan orang terdekatnya.

“Mulai dari kenalan, tetangga, kerabat atau bahkan orang tua sendiri. Baik orang tua tiri atau kandung,” beber perempuan yang sehari-hari memakai kacamata itu.

Sebenarnya kasus kekerasan ini tidak terlepas dari kesempatan pelaku. Mereka yang terus bersinggungan dengan korban setiap harinya.

Baca Juga: Kota Kediri Catat 34 Kasus Kekerasan Anak hingga November 2025, DP3AP2KB Bentuk Satgas Lintas Sektor

Di sisi lain, korban juga tidak menyangka bahwa orang terdekatnya bisa jadi pelaku.

Sebab, korban terlalu percaya dengan orang tersebut hingga tidak bersikap waspada.

“Karena saudara, orang tua sendiri tidak mungkin melakukan tindakan yang membahayakan korban,” paparnya.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, beberapa kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan dibawah 18 tahun di Kota Kediri memang karena kurang perhatian orang tua.

Juga komunikasi yang buruk, sehingga dia mencari sosok itu pada orang lain.

Momen tersebut pun dimanfaatkan oleh pelaku. Itu dengan cara memberi perhatian. Kemudian diiming-imingi jajan, bahkan uang.

Baca Juga: Sepuluh Bulan, 44 Anak Alami Kekerasan. Kota Kediri Duduki Peringkat 12 Tertinggi di Jawa Timur

Sikap tersebut membuat pelaku memiliki kesempatan untuk melakukan kekerasan.

Tak jarang korbannya memiliki keterbelakangan mental dan mudah diperdaya.

“Masyarakat maupun korban bisa segera melapor apabila melihat tanda-tanda kekerasan. Agar petugas bisa segera melakukan tindakan sebelum adanya peristiwa yang tidak diinginkan,” pungkasnya sembari menyebut jika pihaknya juga selalu memberikan pendampingan hingga tuntas kepada korban. (la/fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
#kekerasan seksual #anak #perempuan #kekerasan #kota kediri