Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Update Remaja SMP Nekat Akhiri Hidup di Dapur Masjid Burengan Kediri, Polisi Pastikan Tak Ada Luka Penganiayaan

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 24 April 2026 | 23:12 WIB
Suasana olah TKP pihak kepolisian di Masjid Burengan Kediri. (HIMALAYA/JPRK)
Suasana olah TKP pihak kepolisian di Masjid Burengan Kediri. (HIMALAYA/JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri - Penyelidikan atas kematian ZMA, 14, warga Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem mulai menemui titik terang. Polisi memastikan jika kematian korban murni karena bunuh diri. 

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi. Dia menyebut bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kejadian murni gantung diri. 

“Keterangan dari Inafis Polres Kediri Kota disimpulkan bahwa dari indikasi tidak ada tanda luka aniaya baik benda tumpul atau tajam,” ujar Kompol Siswandi.

Tak hanya itu, pernyataan murni peristiwa bunuh diri itu juga diperkuat dengan bukti adanya simpul tali hidup.

Baca Juga: Polisi Selidiki Motif Remaja SMP Nekat Akhiri Hidup di Dapur Masjid Burengan Kota Kediri, Diduga Persoalan Asmara

Kemudian bekas luka pada leher yang identik dengan tali, lidah tergigit, tangan menggenggam serta keluar air mani dan keluar tetesan darah dari dubur.

“Juga tidak ada barang yang hilang,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, orang tua korban yang asli sudah cerai. Sehingga sejak kecil korban dititipkan kepada saudaranya. 

Sebelumnya korban juga sudah meninggalkan rumah selama 2 hari. Hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. 

“Sebelum adanya kejadian gantung diri, korban sempat dimarahi oleh ibunya dikarenakan ada pesan WA (WhatsApp, Red) yang berkata-kata kasar,” beber lelaki yang murah senyum ini.

Polisi juga membenarkan adanya kertas yang bertuliskan surat cinta untuk Najwa. Yang menurut informasi teman korban, Najwa ini merupakan perempuan yang sedang dekat dengan korban.

“Dari pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memohon tidak  dilakukan otopsi dalam. Keluarga korban juga dibuatkan surat pernyataan agar tidak melakukan penuntutan dikemudian hari,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan, pada Jumat (24/4) sekira pukul 18.15 di masjid Bidayatul Mustahdin yang beralamat di Jalan Letjend Suprapto III, Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri heboh adanya remaja 14 tahun yang gantung diri.

Kronologi bermula ketika salah seorang jemaah perempuan bernama Sulastri mau ambil panci untuk keperluan membuat air hangat di dapur masjid.

Baca Juga: Pilu! Siswa SMP Nekat Akhiri Hidup di Dapur Masjid Burengan Kota Kediri, Sempat Dilaporkan Hilang Dua Hari

Saat akan mengambil panci yang ada di gudang, ibu tersebut melihat ada bayangan hitam tergantung di atas blandar.

Dikarenakan takut untuk melihat secara langsung, Sulastri pun mengajak temannya Karyawati untuk melihat. Setelah dilihat bersama terlihat laki-laki yang sudah gantung diri diatas blandar. 

Mengetahui hal tersebut saksi langsung memberitahu orang orang yang ada di dalam masjid. Selanjutnya oleh warga sekitar diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Pesantren. (la)

Editor : Andhika Attar Anindita
#asmara #kediri #masjid #Nekat akhiri hidup