Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polisi Tangkap Pelaku ‘Penculikan’ Anak Mojoroto Kediri, Ini Yang Wajib kamu Ketahui!

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 18 April 2026 | 22:40 WIB
TKP: Warga melintas di gang II A Kelurahan Bandarlor, Mojoroto tempat percobaan penculikan. (Hilda/JPRK)
TKP: Warga melintas di gang II A Kelurahan Bandarlor, Mojoroto tempat percobaan penculikan. (Hilda/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar KediriPolisi bergerak cepat merespons viralnya video penculikan Sf, 6, di gang II A Kelurahan Bandarlor, Mojoroto pada Kamis (16/4) sore. Raf, 19, warga Tuban yang indekos di lingkungan tersebut ditangkap beberapa jam usai kejadian. 

Untuk diketahui, video berdurasi 23 detik tentang penculikan anak di gang II A Kelurahan BandarlorMojoroto viral. Dalam video tersebut digambarkan seorang pemuda yang setengah berlari sambil menggendong anak perempuan sekitar pukul 18.00.

Tiba-tiba saja, anak yang tak lain adalah SF itu dilemparkan karena terus meronta. Selanjutnya, pelaku yang memakai sarung warna hitam itu kabur meninggalkannya. “Sebenarnya itu bukan penculikan,” ungkap salah satu kerabat Sf yang menolak namanya dikorankan.

Peristiwa percobaan penculikan itu diketahui setelah Sf menangis kesakitan pada Kamis (16/4) sore. Saat diperiksa, dia menderita luka di siku, lutut, dan tumit.

Baca Juga: Kronologi Penculikan Bilqis, Bocah 4 Tahun yang Hilang Di Makassar Di Temukan Selamat Di Merangin Jambi, Dijual dengan Harga Segini

Melihat bocah berambut pendek itu tak berhenti menangis, warga lantas berinisiatif mengecek kamera closed circuit television (CCTV). Dari rekaman CCTV diketahui Sf digendong oleh Raf, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta yang indekos di lingkungan tersebut.

Setelah mengetahui identitas pelaku, warga langsung mendatangi tempat kosnya. Warga yang kesal juga sempat menjadikan Raf sebagai sasaran amukan. “Setelah itu dilaporkan ke polresta,” lanjut perempuan paruh baya itu.

Aksi gendong paksa yang dilakukan Raf, menurut sumber koran ini karena dia diejek oleh segerombolan anak-anak. “Gelut ye,” tutur pemakai jilbab motif kupu-kupu itu menirukan ucapan anak-anak kepada Raf.

Baca Juga: Bareskrim Ungkap Sindikat Pembobol Rekening Dormant Rp204 Miliar, Dua Tersangka Terlibat Penculikan Kacab Bank

Rupanya hal itu membuat pemuda asal Tuban tersebut tersinggung. Dia lantas mengambil bocah secara acak. Nahas, anak-anak yang mengejek Raf bisa berlari. Sedangkan Sf yang sebenarnya tidak ikut mengejek tidak sempat kabur. Sehingga, dia yang langsung digendong paksa.

Selama ini Raf dikenal tidak suka dengan anak-anak. Hal tersebut karena dia merasakan trauma setelah menjadi korban bullying. “Dia juga pernah menendang anak kecil di lingkungan sini,” sambung Jk, 56, warga Bandarlor lainnya.

Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim membenarkan tentang penanganan kasus percobaan penculikan tersebut. “Korban adalah anaknya anggota Polres. Pelaku juga sudah diamankan,” tutur Anggi.

Baca Juga: UGM Nonaktifkan Mahasiswa Baru Tersangka Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank

Terkait dugaan pelaku yang mengalami gangguan kejiwaan, menurutnya satreskrim masih melakukan penelusuran. “Saya minta suratnya (surat keterangan mengalami gangguan jiwa, Red). Nanti juga minta bantuan ahli untuk melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan dia,” paparnya.

Jika Raf memang mengalami gangguan jiwa, dia bisa terlepas dari jerat hukum. Sebaliknya, jika dinyatakan sehat, otomatis proses hukum akan terus berlanjut. Kalau seandainya gangguan jiwa itu dibuat-buat pasti kami proses,” tandasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#AKBP Anggi Saputra Ibrahim #penculikan #Kelurahan Bandarlor #polres kediri kota #kota kediri