KEDIRI, JP Radar Kediri–Petaka yang menimpa Ardha Pratama Putra, 19, ini bisa jadi pelajaran bersama.
Pemuda asal Desa Butuh, Kras itu dikeroyok oleh sekelompok pemuda pada akhir Maret lalu.
Pemicunya, karena ketersinggungan saat live di media sosial TikTok.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos radar Kediri menyebutkan, pada Februari silam, Ardha melakukan live TikTok.
Berbicara tanpa topik khusus, saat itu Ardha menggunakan kaus bertuliskan “Demper” yang merupakan salah satu komunitas pemuda.
Rupanya, penggunaan kaus yang menjadi identitas komunitas itu memicu komentar beragam.
Salah satunya menantang Ardha untuk berkelahi. Korban yang merasa terpancing juga sempat meladeni tantangan itu lewat pesan pribadi di TikTok.
"Namun, korban tidak menanggapi lebih lanjut karena tidak bertemu langsung dengan penantangnya," ungkap Kapolsek Ringinrejo AKP Totok Triyono.
Rupanya, masalah tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 17.30, Selasa (31/3) lalu, Ardha dijemput oleh temannya.
Dia berdalih mengajak korban untuk bertemu kurir. Mengambil baju yang dipesan dengan sistem cash on delivery (COD).
Rupanya, hal itu hanya akal-akalan untuk membawa Ardha keluar rumah.
Baca Juga: Fakta Baru Tewasnya Bocah di Ngronggo Kota Kediri, Dua Suadara Korban juga Alami Penganiayaan
Bukannya mengambil baju, dia malah diajak ke lapangan Desa Srikaton. Selepas Maghrib, di sana sudah ada 10 orang yang menunggu.
Tanpa banyak kata-kata, Ardha langsung dikeroyok oleh lima orang.
Akibatnya, dia mengalami luka lebam di mata kanan, telinga kiri bengkak, gigi patah, dan merasakan pusing di kepala.
“Para pelaku kami amankan setelah dilakukan penyelidikan bersama. Saat ini masih kami dalami terkait peran masing-masing dan kemungkinan adanya pelaku lain,” ujar AKP Totok.
Penangkapan dilakukan pada Kamis (9/4) dini hari lalu. Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Ringinrejo, Resmob Polres Kediri, dan Unit Reskrim Polsek Kandat mengamankan pelaku satu per satu.
Mereka adalah Enggar Noval Susilo, 18, warga Desa/Kecamatan Kandat. Kemudian, Ferro Sakti Satriawan, 18, warga Desa Susuhbango, Ringinrejo.
Ada pula BPA, 17, asal Kecamatan Kandat. Serta Mohamad Sobir Amri, 19, asal Desa Temenggungan, Kecamatan Udanawu, Blitar.
Selain empat pelaku tersebut, polisi masih mengejar Idris, pelaku lainnya yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
Kepada polisi, mereka mengakui terus terang telah mengeroyok Ardha. Selebihnya, korps baju cokelat masih mendalami motif pengeroyokan. “Kasusnya masih terus kami dalami,” jelas Totok.
Editor : Andhika Attar Anindita