KEDIRI, JP Radar Kediri– Penemuan jasad perempuan berinisial FR di pinggir rel KA membuat warga Kelurahan Kampung Dalem gempar, kemarin subuh (14/4).
Mantan pegawai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) itu diduga nekat mengakhiri hidup.
Perempuan asal Kecamatan Semen itu diketahui pernah bekerja di SPPG Sidomulyo 1.
Namun, belum lama ini wanita berumur 25 tahun tersebut mengundurkan diri.
“Korban bekerja baru dua bulan,” ujar sumber yang enggan namanya dikorankan.
Menurutnya, sebelum kejadian ini FR juga pernah menuturkan ingin mengakhiri hidupnya.
“Berawal pada Selasa (14/4) sekira pukul 04.45 kereta api Gajayana tujuan Gambir-Malang dengan masinis Ponco Ari memberitahukan kepada stasiun jika saat melintas pada KM 85+6/7 ada orang yang menandakan diri di kereta tersebut,” terang Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono.
Baca Juga: Ini Identitas Pria Yang Tertemper Kereta Api di Ngronggo Kediri!
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsuska bersama penjaga palang pintu KA melakukan pengecekan dan ternyata benar adanya.
Ditemukan seorang perempuan tergeletak di sebelah lintasan rel. Selanjutnya petugas menghubungi kepolisian setempat.
Pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama petugas identifikasi.
FR langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Ditemukan barang-barang milik korban antara lain 2 unit handphone, 1 unit sepeda motor Honda Beat dan 1 tas berisi dompet,” jelas pria yang akrab disapa Bowo itu.
Sekitar tiga jam berselang, polisi memastikan jika korban murni bunuh diri. Itu dilihat dari pertama, luka pada korban jenis luka lecet dan bentur.
Kedua tidak ada luka tanda aniaya benda tajam. Ketiga motor korban terparkir di pinggir jalan sebelah Rel.
Keempat tidak ada barang hilang. Tas berisi dompet dan perlengkapan lain termasuk kunci motor tergantung di motor.
“Di handphone korban ditemukan chat pamitan kepada rekan-rekan kerjanya di SPPG. (dugaan, Red) korban tidak cocok dengan penempatannya,” ungkap Bowo kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Sementara itu, Kepala SPPG Sidomulyo 1 Muhammad Wiranto menjelaskan bahwa korban sudah mengajukan resign sejak Minggu kemarin.
“Selama bekerja (korban, Red) pribadi yang santun. Ketika pamit resign pada Minggu kami juga tidak menahannya. Dipastikan korban hari ini (Selasa, Red) bukan berangkat ke dapur,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita