Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Fakta Baru Warga Gurah Kediri yang Tewas di Jombang, Motor Satria dan HP Milik Korban Raib

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 13 April 2026 | 20:02 WIB
Petugas mengangkut korban ke RS. (Radar Jombang)
Petugas mengangkut korban ke RS. (Radar Jombang)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri–Teka-teki kehilangan kontak keluarga Anang Sularso, 32, warga Desa Bogem, Gurah sejak jumat (10/4) lalu akhirnya terkuak.

Residivis kasus penganiayaan dan perjudian itu ditemukan tewas di Desa Turipinggir, Megaluh, Jombang pada Minggu (12/4) siang. Diduga kuat Anang merupakan korban pembunuhan.

 Agus Setiyono, 45, kakak Anang yang ditemui di rumah duka kemarin tidak bisa menutupi kesedihannya.

Menurutnya, Anang merupakan pribadi tertutup dan jarang menceritakan masalah kepada keluarga. 

Baca Juga: Mayat Korban Dugaan Pembunuhan di Megaluh Jombang Ternyata Warga Gurah Kediri, Polisi Temukan Kejanggalan dan Luka di Leher

“Adik saya tertutup. Orangnya jarang cerita. Terakhir ketemu Jumat malam. Setelah itu tidak ada kabar dan HP-nya tidak aktif,” ungkap Agus.

Sebelum meninggalkan rumah pada Jumat malam, Anang diketahui mengendarai sepeda motor Honda Satria warga hitam corak merah.

“HP dan sepeda motornya tidak ada di lokasi (TKP). Itu yang kami ketahui,” lanjutnya.

Lebih jauh Agus menyebut, sehari-hari Anang bekerja sebagai buruh harian lepas di wilayah Kediri.

Selebihnya, dia dikenal sebagai sosok yang kurang bersosialisasi dengan warga sekitar. 

Karenanya, keluarga juga tidak mengetahui apakah Anang terlibat konflik atau permasalahan dengan orang lain.

Kepergian Anang meninggalkan dua anak. Masing-masing usia enam tahun dari istri pertamanya dan anak berusia dua tahun dari istri kedua yang dinikahi secara siri.

Terpisah, Kepala Dusun Bogemutara Aris Setyo Basuki mengaku mendapat kabar tentang kematian Anang pukul 15.00 (12/4).

Aris sempat diminta mengkonfirmasi pihak keluarga tentang kepastian identitas Anang.

Baca Juga: Hadirkan Reza Indragiri dalam Sidang Saksi Ahli Faiz, Media Sosial Jadi Barang Bukti Harus Ditampilkan Utuh, Ini Alasannya!

Dari hasil penelusuran, menurut Aris warganya itu memang sudah tidak pulang sejak Jumat malam. Keluarga mulai curiga karena ponselnya tidak aktif.

Setelah melihat potongan gambar dari polisi, mereka meyakini ada kemiripan Anang. Selanjutnya keluarga diajak untuk melakukan identifikasi jenazah.

“Setelah dilihat langsung, keluarga meyakini itu korban (Anang) dari ciri-ciri fisik. Termasuk tanda yang dikenali,” jelas Aris.

Setelah proses administrasi dan pemeriksaan di Polres Jombang selesai, jenazah Anang langsung dibawa ke Kediri dini hari kemarin.

Sekitar pukul 04.30 Subuh kemarin, jenazah Anang dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Kepala Desa Bogem Moh. Samsodin menambahkan, Anang sempat empat kali dipenjara.

Dua di antaranya karena kasus penganiayaan dan perjudian. "Yang pertama itu menganiaya warga saya. Tetangganya," jelasnya. 

Namun, menurutnya empat perkara itu sudah lama. Adapun dalam waktu dekat ini dia tidak terlibat masalah.

"Sudah lama tidak kena perkara. Tahu-tahu ada ketemu dalam kondisi seperti itu," paparnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, hingga kemarin siang para petakziah hilir mudik di rumah Anang.

Baca Juga: Satpol PP Amankan Pria Linglung Asal Mojokerto di Ngasem Kediri

Beberapa kakaknya sibuk menemui warga yang berdatangan untuk mengucapkan duka cita.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan yang dikonfirmasi tentang penanganan kasus pembunuhan Anang mengaku tidak bisa banyak berkomentar.

Alasannya, kasus ditangani oleh Polres Jombang. "Karena berhubungan dengan penanganan perkara, lebih baik tanyakan ke kasat Jombang, ya," pinta Joshua. 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#pembunuhan #polres kediri #residivis #gurah #jombang