Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tuntut Transparansi Kasus Andrie Yunus, Ini yang Diminta Mahasiswa Kediri Dalam Aksi Solidaritas!

Hilda Nurmala Risani • Minggu, 12 April 2026 | 22:16 WIB
Puluhan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Gelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus di Bundaran Sekartaji. (Wahyu Adji/JPRK)
Puluhan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Gelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus di Bundaran Sekartaji. (Wahyu Adji/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Puluhan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya (UB) menggelar aksi solidaritas untuk Andrie Yunus di Bundaran Sekartaji.

Mereka menuntut keadilan dan transparansi pengusutan kasus penyiraman air keras oleh 4 prajurit TNI dari kesatuan BAIS kepada Wakil Koordinator KontraS.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, pada Jumat (10/4) sore puluhan mahasiswa tampak mengenakan almamater dari kampusnya. Mereka juga membawa spanduk dan poster berisi tuntutan.

Mereka meminta agar pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dibawa ke peradilan umum.

Mereka juga menuntut keadilan untuk Andrie Yunus. “Kami menuntut bagaimana hak-hak peradilan harus ditegakkan. Kami ingin membawa dari peradilan militer menuju ke peradilan umum,” ujar koordinator aksi Pramukya Nagata Pragiwaksana.

Baca Juga: Puluhan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Gelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus di Bundaran Sekartaji

Pria yang akrab disapa Pramukya itu menilai kasus ini akan lebih adil dan transparan ketika ditangani di peradilan umum.

Sebab masyarakat juga bisa langsung melihat prosesnya dan mengawal hingga putusannya ke luar.

Tentu berbeda ketika dilakukan di peradilan militer. Yang cenderung lebih tertutup dan bisa saja mendapat perlindungan karena sesama anggota militer.

Untuk diketahui, mahasiswa berjumlah 70 orang itu datang di Bundara Sekartaji sekitar pukul 16.30. Sesampainya di lokasi, massa aksi mulai membentuk formasi lingkaran dan membentangkan banner yang bertuliskan ‘Bebaskan Tapol’. Tak hanya itu, mereka juga membawa poster yang bertuliskan ‘Menyiram air keras ke aktivis adalah cara pengecut melawan pemberani’, ‘Tolak revisi UU TNI’, dan lain-lain.

“Kami sangat menyayangkan ketika ada kawan kami yang aktivis mendapat kekerasan dan berujung cacat permanen. Kami memohon adanya keadilan seadil-adilnya,” beber pria yang juga menjabat sebagai Presiden BEM PSDKU UB Kediri.

Baca Juga: Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Kasus Arianto Tawakal di Polres Kediri Kota, Ini Tuntutannya

Menurutnya, kasus Andrie Yunus sangat berdampak besar pada lingkup demokrasi mahasiswa. Bisa saja ini sebagai bentuk pembungkaman atau pengancaman yang membuat takut untuk bersuara dan berpendapat secara bebas.

“Ini yang membuat kami tidak terima. Ini tidak adil. Kasus ini bisa saja berarti pembungkaman terhadap aktivis. Yang membuat kami tidak bisa berpendapat secara bebas,” tandasnya.

Diakuinya untuk saat ini alam demokrasi mahasiswa Kediri masih aman- aman saja. Namun tidak menutup kemungkinan ke depan kebebasan berpendapat bisa dibatasi. Oleh karenanya, perlu adanya aksi solidaritas agar pemangku kebijakan membuka mata serta tergerak untuk menyelesaikannya secara adil dan transparan.

Baca Juga: Gelar Aksi Solidaritas di Polres Kediri Kota, Mahasiswa Desak Polisi Meminta Maaf

Tak lupa dia menjelaskan bahwa aksi solidaritas ini murni dilakukan untuk Andrie Yunus saja. Bukan ditujukan kepada tahanan politik Kota Kediri yang masih menjalani proses peradilan imbas kasus demo yang berujung tindakan anarkis pada akhir Agustus 2025 lalu.

“Aksi solidaritas bukan untuk (tahanan politik Kediri, Red). Nanti kalau untuk Tapol kami lakukan kajian lagi terlebih dahulu,” pungkasnya. Usai menggelar orasi secara bergantian, aksi pun ditutup dengan menyanyikan Lagu Buruh Tani dan sumpah mahasiswa. Tepat pukul 17.40 WIB peserta aksi pun membubarkan diri. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#ANDRIE YUNUS #BUNDARAN SEKARTAJI #MAHASISWA PSDKU UB #aksi solidaritas #kota kediri