Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Korban Begal Payudara Masih Alami Trauma, Petugas Lakukan Ini!

Hilda Nurmala Risani • Minggu, 29 Maret 2026 | 06:44 WIB
Ilustrasi begal payudara.
Ilustrasi begal payudara.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Penanganan kasus terhadap Titi -bukan nama sebenarnya- bocah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pesantren, harus dilakukan secara menyeluruh.

Selain kasus hukum yang masih bergulir di Polres Kediri Kota, saat ini sang anak mengalami trauma.

Bahkan, tiga minggu tepat pasca peristiwa ketakutan dalam diri anak tersebut masih membekas.

Hal itu diungkapkan oleh kepala UPT PPA DP3AP2KB Kota Kediri Suwarsi. “Korban saat ini masih trauma. Masih takut untuk berangkat sekolah sendiri. Juga takut bertemu orang dewasa yang tidak dikenal,” ujar perempuan yang akrab disapa Warsi itu.

Tentu melihat kondisi korban yang masih memprihatinkan, petugas dari unit PPA menyarankan orang tua untuk melakukan pendampingan dan pengawasan ekstra.

Baca Juga: Arus Balik, Volume Kendaraan di Kota Kediri Turun 60 Persen, Ini Penyebabnya!

Termasuk mengantar dan menjemput sekolah anaknya. Itu agar Titi merasa aman karena ada orang tua yang melindunginya.

“Kami sarankan orang tua untuk mengantar jemput anak. Itu sampai kondisi psikologis korban (Titi, Red) kembali normal,” tandasnya.

Untuk diketahui, kondisi korban saat ini sudah lebih baik dibandingkan asesmen awal. Terutama saat mengetahui pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian.  

Namun demikian, petugas menyebut masih perlu melakukan pendampingan hingga kondisi korban benar-benar dinyatakan pulih.

“Besok (Kamis, Red) akan kami lakukan pendampingan. Untuk melihat tingkat kecemasannya bagaimana. Juga memberikan motivasi-motivasi kepada korban,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pendampingan berupa trauma healing yang dilakukan ini sudah kali kedua.

Sebelumnya petugas melakukan pemantauan secara berkala melalui telepon dengan orang tua korban.

“Kami lakukan pendampingan secara berkala. Seperti yang terjadi sebelumnya. Akan kami dampingi sampai kondisi psikologis korban benar-benar pulih,” pungkas Suwarsi.

Baca Juga: Dishub Kota Kediri Bakal Terapkan Uji Coba Tahap 2, Ini Sanksi Yang Diberikan Kepada Pelanggar!

Seperti yang diberitakan, pada Selasa (10/2) lalu ada lima siswa SD di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri yang menjadi korban kekerasan seksual usai pulang sekolah. 

Pelaku menunjukkan alat kelaminnya hingga memegang (maaf) payudara salah satu anak. Peristiwa yang terjadi siang hari itu menggunakan modus bertanya.

Ya, dia dari kejauhan menggunakan sepeda motor mendekati korban kemudian menanyakan sesuatu. Mulai dari alamat rumah hingga jam kepulangan siswa.

Barulah ketika korban lengah pelaku memanfaatkan momen tersebut untuk melancarkan aksinya. Setelah berhasil, dia langsung tancap gas meninggalkan korban.

Editor : Andhika Attar Anindita
#anak sd #begal payudara #kecamatan pesantren #trauma #kota kediri