KEDIRI, JP Radar Kediri – Polres Kediri terus mendalami kasus ledakan bubuk petasan di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan pada Minggu malam (15/3).
Terbaru, penyidik mengambil sampel tanah dari gundukan yang diduga menjadi lokasi penyimpanan bahan petasan untuk dilakukan uji forensik.
Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan mengatakan, pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan.
Mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga meminta bantuan teknis dari Tim Penjinak Bom (Jibom) Satuan Brimob Polda Jatim untuk sterilisasi lokasi.
“Gundukan tanah yang sebelumnya diduga terdapat bubuk petasan lainnya sudah dibongkar dengan bantuan Jibom. Hasilnya tidak ada bubuk petasan, hanya gundukan saja,” ungkap Joshua.
Meski demikian, polisi tetap mengambil sampel tanah dari lokasi tersebut untuk memastikan ada tidaknya kandungan bahan petasan melalui uji laboratorium forensik.
Selain itu, sejumlah barang bukti juga telah diamankan. Di antaranya bekas bungkusan kemasan paket serta tanah dari gundukan yang diduga digunakan untuk memendam bahan petasan.
“Kami juga minta bantuan Bidlabfor Polda Jatim untuk olah TKP lanjutan dan pemeriksaan secara forensik,” lanjutnya.
Hingga kemarin, Satreskrim Polres Kediri masih mengintensifkan penyelidikan. Salah satunya dengan memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa ledakan tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk mengungkap pihak yang paling bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Sebelumnya, polisi telah mengamankan dua orang. Yakni seorang remaja berusia 17 tahun dan Dahlan, warga setempat.
Namun hingga kini, status keduanya masih sebagai saksi. “Masih dimintai keterangan, masih saksi,” tegas Joshua.
Selain dua orang tersebut, polisi menduga masih ada pihak lain yang terlibat dan belum diamankan. Karena itu, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut.
Termasuk menelusuri asal-usul bahan petasan yang ditemukan di pekarangan rumah Yasin, 60. Polisi juga belum dapat memastikan alasan bahan petasan tersebut ditimbun di dalam tanah.
“Kalau pertanyaan itu (alasan penimbunan bahan petasan) tunggu orangnya diamankan,” jelasnya. Seperti diberitakan, ledakan terjadi sekitar pukul 23.00 pada Minggu (15/3) malam di pekarangan rumah milik Yasin.
Akibat kejadian itu, sebagian rumah korban mengalami kerusakan berat. Dinding rumah ambrol dan genting berjatuhan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Yasin selamat karena berada di kamar yang tidak terdampak ledakan.
Dari hasil pengecekan, ledakan pertama dipicu bubuk petasan yang dipendam di dalam tanah sekitar 20 meter di belakang rumah.
Setelah ledakan pertama, terduga pelaku sempat memindahkan sisa bubuk mercon. Namun nahas, bahan tersebut kembali meledak di dekat kamar mandi yang berada di bagian depan rumah. Ledakan kedua terjadi sekitar 20 menit setelah ledakan pertama.
Editor : Andhika Attar Anindita