KEDIRI, JP Radar Kediri– Malang nian Nasib Arfan Hamada, 7, bocah asal Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan. Pamit mancing di sungai Kolokoso, dia justru dilaporkan tenggelam karena diduga terpeleset. Mirisnya insiden ini terjadi hanya beberapa hari menjelang Lebaran.
Untuk diketahui, pada Minggu (15/3) sekira pukul 11.00 anak Arfan keluar rumah. Dia berpamitan dengan orang tuanya untuk bermain PS bersama MAA. Dia mengendarai sepeda kayuh. Mereka bermain di Sungai Kolokoso. Korban disebut sempat berenang di sungai. Sedangkan MAA menunggu di pinggir sungai.
“Sesaat kemudian saksi sudah tidak melihat Arfan. Dia sudah berusaha mencari dengan menceburkan ke sungai. Tetapi tidak menemukan,” ujar Kapolsek Banyakan Iptu Joko Purwantono.
Temannya lantas pulang kerumah. Lantaran takut, dia tidak menceritakan hal itu kepada orang tuanya. Sebab takut dimarahi karena bermain di sungai. Peristiwa tersebut baru disampaikan karena Arfan tidak kunjung pulang.
Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Kediri melakukan pencarian di Sungai Kolokoso. Pantauan wartawan koran ini, proses pencarian dimulai pukul 12.40 WIB. Puluhan personel itu melakukan penyisiran di darat maupun sungai. Mereka juga melakukan pencarian di bambu-bambu yang ada di pinggir sungai.
“Hari ini (Senin, Red) pencarian pertama di Sungai Kolokoso yang menjadi titik lokasi anak hilang. Pencarian dilakukan secara susur sungai,” ujar Nuryono, komandam tim pencarian dari Basarnas Trenggalek.
Baca Juga: Bima Ragil Satria Rakasiwi, ‘Si Anak Hilang’ Persik Kediri
Lebih lanjut dia menjelaskan, ada 20 personel yang diterjunkan. Beberapa dari mereka juga mengondisikan di titik check point. Salah satunya ada di DAM Jatirejo.
“Kurang lebih susur sungai dilakukan sepanjang 1 kilometer. Itu dari LKK (lokasi kejadian kecelakaan, Red) sampai dengan DAM,” tuturnya. Hingga berita ini ditulis proses pencarian berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Itu mengingat belum ada tanda-tanda Arfan ditemukan.
Editor : Andhika Attar Anindita