KEDIRI, JP Radar Kediri–Muhamad Sofwan Hasnawi, bocah 5 tahun yang sempat hilang selama tiga hari akhirnya ditemukan. Sayangnya, sang balita sudah tak bernyawa. Dia didapati mengapung di kolam pancing yang mangkrak.
Saat ditemukan, posisi korban tertelungkup. Badannya nyaris tertutupi oleh enceng gondok yang memang menutupi hampir seluruh permukaan kolam. Kondisi itulah yang mungkin jadi sebab tubuh Hasnawi tak segera ditemukan.
“Sejak hilang sampai sekarang (kemarin, Sabtu 28/2, Red) warga tidak berhenti mencari. Semua sudut sudah didatangi. Namun, hanya satu lokasi yang dicurigai. Yaitu kubangan yang dipenuhi eceng gondok,” kata Atik, warga Dusun Pelem, Desa Maesan, Kecamatan Mojo yang ikut dalam proses pencarian.
Baca Juga: Heboh! Main Bola, Balita Hilang
Sebenarnya, polisi dan warga sudah mencari di lokasi tersebut. Namun awalnya tidak ketemu karena kubangan dalam itu permukaannya tertutup eceng gondok.
Untungnya, para sesepuh maupun kepala desa punya firasat korban hilang di kubangan itu. Akhirnya, Sabtu pagi, sekitar pukul 7, pencarian kembali dilakukan. Akhirnya, bisa menemukan hasil satu jam kemudian.
“Memang hari ini (kemarin, Red) difokuskan untuk mencari di area sekitar kubangan. Warga mencoba menggunakan pelepah pisang untuk membuka tanaman eceng gondok. Dari situ mulai keliatan kakinya, semakin ditarik badanya mulai terlihat mengapung,” terang Anik.
Baca Juga: Bermain Sendiri, Balita di Mojo Kediri Hilang bak Ditelan Bumi, Ini Kronologinya
Proses evakuasi membutuhkan waktu relatif lama. Penyebabnya, posisi korban lebih ke tengah, tiga meter dari tepi kolam. Sedangkan evakuasi harus dari pinggir kolam karena kedalaman air yang mencapai delapan meter.
“Itu dulu sempat jadi kolam pemancingan. Karena tidak laku akhirnya ditutup dan menjadi mati. Sudah jarang dijamah warga juga karena penuh tanaman eceng gondok,” tandasnya.
Setelah berhasil dipinggirkan warga pun langsung bergotong royong mengangkat korban menuju rumahnya menggunakan tikar. Tiga orang berjalan sejajar menggotong tikar berisi jenazah itu sejauh 100 meter. Dengan medan jalan yang naik turun.
Begitu tiba di rumah duka, jenazah langsung disambut ibunya, Fatinaus Yulin, dengan tangis histeris. Lima menit kemudian bapaknya keluar rumah dengan wajah shock.
Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Kematian Orang Hilang di Lereng Gunung Kelud
Selama proses pemandian jenazah, keduanya tak kuasa membendung air mata. Perlahan-lahan memandikan tubuh sang anak yang sudah membiru dan mengelupas. Tangan kirinya juga tak henti mengusap air mata.
“Ikhlas..ikhlas.ikhlas..,” ujar para kerabat korban yang berada di sampingnya.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim melalui Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan membenarkan penemuan itu.
“Innalillahi wa innailaihi roji’un, anak yang kemarin hilang ditemukan di kolam yang ada eceng gondoknya. Itu hasil penyisiran dari (area) atas ke bawah. Atas sudah dipastikan tidak ada maka yang kami fokuskan bagian bawah,” ujar lelaki yang akrab disapa Mahmud itu.
Baca Juga: Orang Hilang di Lereng Gunung Kelud Ditemukan Sudah Tak Bernyawa, Ini Lokasi Penemuannya
Lebih lanjut dia menjelaskan, di tubuh korban tidak ada bekas luka. Penyebabnya murni karena tenggelam. “Sepertinya terpleset. Tidak ada bekas luka. Bersih,” pungkasnya sembari menyebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00.
Seperti yang diberitakan, Seorang bocah balita anak warga Dusun Pelem, Desa Maesan, Kecamatan Mojo, dilaporkan hilang sejak Kamis siang (26/2). Dia dilaporkan hilang ketika bermain di sekitar rumah tetangganya.
Editor : Andhika Attar Anindita