Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kapolres Kediri Jadi yang Pertama Tes Urine, Tindak Lanjut Instruksi Kapolri Zero Narkoba di Kepolisian  

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 27 Februari 2026 | 05:00 WIB

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji Lakukan Tes Urin bersama Wakapolres, PJU dan jajaran kapolsek. (Foto: Humas Polres Kediri)
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji Lakukan Tes Urin bersama Wakapolres, PJU dan jajaran kapolsek. (Foto: Humas Polres Kediri)

KEDIRI, JP Radar Kediri – Dua jajaran kepolisian di Kediri Raya menggelar tes urine untuk anggotanya pada Rabu (25/2) dan kemarin (26/2).

Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Kapolri terkait zero narkoba di lembaga kepolisian.

Baik di Polres Kediri Kota maupun Polres Kediri, seluruh anggota menjalani pemeriksaan. Bahkan, kapolres dan kapolresta menjadi yang pertama diambil sampel urine-nya.

Di Polres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji bersama Wakapolres Kompol Hari Kurniawan, para pejabat utama (PJU), serta seluruh kapolsek jajaran menjadi peserta pertama yang menjalani pemeriksaan pada Rabu lalu. Tes dilakukan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Kediri.

Sementara pengawasan melekat dilakukan Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) guna memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.

“Zero narkoba bukan sekadar slogan. Kami mulai dari diri sendiri dan dari pimpinan lebih dulu. Ini bentuk keseriusan kami menjaga institusi tetap bersih,” tegas Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menegaskan.

Baca Juga: Ogah Kecolongan! Petugas Lapas Kediri Geledah Warga Binaan, Ini Hasilnya

Tes seperti ini akan dilakukan berkala dengan cara acak. Sasarannya seluruh personel. Hal ini menjadi bagian dari deteksi dini sekaligus pengawasan berkelanjutan. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas sesuai ketentuan akan diberlakukan.

Kasi humas Polres Kediri Iptu Yusi Baiti menyampaikan, dari hasil pemeriksaan, seluruh personel dinyatakan negatif.

Meskipun demikian, kepolisian akan memperkuat pengawasan internal. Tujuannya mencegah potensi pelanggaran.

Dia berharap, langkah ini meningkatkan kepercayaan masyarakat pada polisi. Sebagai salah satu upaya pemberantasan narkoba.

Tidak hanya melalui penegakan hukum di lapangan. Melainkan juga pembinaan dan pengawasan internal yang konsisten dan berkelanjutan.

Di Polres Kediri Kota, tes urine dilakukan mendadak kemarin pagi sekitar pukul 8.30. Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menjadi yang pertama diambil sampel-nya.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim melakukan pemeriksaan hasil tes urine anggota.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim melakukan pemeriksaan hasil tes urine anggota.

“Kami mulai dari internal terlebih dahulu sendiri. Pencegahan penggunaan narkoba,” ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Pemeriksaan secara mendadak  dilakukan setelah melakukan apel pagi. Sebelumnya, anggota juga diperiksa terkait kelengkapan atribut seragam yang digunakan.

Selang beberapa menit kemudian, Kapolres Anggi memerintahkan seluruh anggota kepolisian yang terdiri dari pejabat utama (PJU), kapolsek, dan beberapa perwakilan satuan melakukan tes urine.

“Hari ini pemeriksaan dilakukan kepada 83 anggota. Akan kami lakukan secara bertahap. Sehingga dipastikan semua anggota di tes urine,” imbuhnya.

Untuk mengikuti tes urine tersebut seluruh anggota mengantre di halaman dalam Polres Kediri Kota.

Pemeriksaan dibantu langsung oleh petugas dari RS Bhayangkara Kediri. Masing-masing anggota diberi cup kosong. Mereka harus mengisinya dengan air kencing.

Baca Juga: Heboh! Dua Mayat Ibu-Anak Ditemukan di Bekas Asrama Polisi Ploso Jombang, Terlihat Luka Bakar dan Bekas Botol BBM

Setelah itu, alat parameter tes dicelupkan. Yaitu untuk mengetahui kandaungan amfetamin (AMP), metamfetamin (MET) atau sabu-sabu, kokain (COC), ganja (THC), benzoat (BZO) atau obat-obatan, serta morfin.

Hasilnya? “Alhamdulillah negatif narkoba semua. Dibuktikan dengan dua strip merah,” ujar analis laboratorium RS Bhayangkara Kediri Netty Susiana.

Selain negatif narkoba, hasil pemeriksaan juga tidak menunjukkan adanya anggota yang sedang mengonsumsi obat-obatan.

Baik karena menderita penyakit jantung atau sejenisnya. Menunjukkan bahwa anggota polisi dalam kondisi prima.

“Terkait waktu, biasanya ketika alat dimasukkan ke urine bisa langsung kelihatan. Namun ketika ada indikasi positif maka akan kami tunggu selama 15 menit. Ditakutkan itu positif palsu,” beber perempuan berkacamata itu.

Sementara itu, AKBP Anggi menambahkan bahwa pemeriksaan ini dilakukan secara rutin dan berkala. Tidak hanya kemarin saja, sebelumnya tes urine ini juga sering dilaksanakan.

“Bahkan sejak awal menjabat sudah langsung saya minta tes urine semua. Terkait waktu tidak tentu karena kami laksanakan secara mendadak,” tandasnya.

Pihaknya tidak segan melakukan penindakan kepada anggota yang terbukti mengonsumsi maupun mengedarkan narkoba.

Itu terbukti dengan adanya 1 polisi yang sudah menjalani proses hukum persidangan. Karena terbukti mengonsumsi narkoba pada 2025 lalu.

“Ada satu (anggota positif narkoba) pada 2025 kemarin. Saat ini masih menjalani proses persidangan di PN Kediri (pengadilan negeri, Red),” terangnya.

Menurutnya, kepolisian saat ini juga masih menunggu untuk pelaksanaan sidang pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Mengingat terdakwa masih berupaya mengajukan banding.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan di Balik Dua Jasad Ibu-Anak di Eks Asrama Polisi Ploso Jombang

Anggi pun menegaskan bahwa tidak akan memberi ruang untuk siapapun yang terlibat dalam jaringan narkoba. Baik masyarakat maupun anggota polisi.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga integritas. Dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#perintah kapolri #polres kediri #anggota polisi #polres kediri kota #negatif narkoba #tes urine