Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ops Keselamatan Semeru 2026 di Kediri Naik Tajam, Teguran Capai 10 Ribu Lebih

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 19 Februari 2026 | 19:23 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Kediri menunjukkan lonjakan signifikan.

Hingga hari ke-14 operasi, ribuan kegiatan preventif telah digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Capaian tersebut jauh melampaui pelaksanaan operasi serupa pada tahun sebelumnya. Polisi menilai pendekatan edukatif menjadi kunci utama dalam menekan potensi pelanggaran dan kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Kediri AKP Mega Satriatama menyampaikan, sampai Kamis (19/2), jumlah kegiatan preventif tercatat sebanyak 5.088 kali.

Angka tersebut meningkat tajam dibanding Ops Keselamatan Semeru 2025 yang hanya mencatat 14 kegiatan. Dengan demikian, terjadi kenaikan lebih dari lima ribu kegiatan dalam kurun waktu yang sama.

“Pada tahun 2026 ini operasi keselamatan kegiatan preventif meningkat. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas,” jelas AKP Mega.

Ribuan kegiatan tersebut meliputi penyuluhan tertib lalu lintas di sekolah, kampus, perkantoran, hingga terminal.

Selain itu, jajaran Satlantas juga menggelar kampanye safety riding dan safety driving, pembagian brosur serta stiker keselamatan, program Police Goes To School, hingga pembinaan komunitas dan sopir angkutan. Petugas juga aktif menyebarkan informasi terkait titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

Secara rinci, dari 5.088 kegiatan preventif itu, sebanyak 2.940 menyasar individu atau pengguna jalan.

Kemudian 443 kegiatan berkaitan dengan kendaraan, serta 1.705 kegiatan menyasar kondisi jalan dan lingkungan.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, peningkatan ini dinilai sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam mengedepankan langkah pencegahan.

Tak hanya sisi preventif, penindakan pelanggaran juga mengalami kenaikan signifikan. Hingga hari ke-14, tercatat 10.176 perkara pelanggaran lalu lintas.

Rinciannya, empat perkara melalui sistem ETLE dan 10.172 berupa teguran. Sementara pada Ops Keselamatan Semeru 2025, jumlah penindakan hanya 1.312 perkara, terdiri dari 31 ETLE dan 1.281 teguran.

“Dengan demikian, terjadi kenaikan penindakan sebanyak 8.864 perkara dibandingkan tahun sebelumnya,” tegasnya.

Untuk angka kecelakaan lalu lintas, pada operasi tahun ini tercatat dua kejadian dengan tiga korban luka ringan.

Sedangkan pada periode yang sama 2025, terjadi satu kejadian dengan satu korban luka ringan. Meski ada kenaikan satu perkara, kepolisian menilai situasi masih terkendali dan terus dilakukan antisipasi di titik rawan.

AKP Mega menambahkan, Operasi Keselamatan Semeru 2026 juga menjadi bagian dari evaluasi dan persiapan menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan potensi kerawanan arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat agar lebih disiplin di jalan raya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #Naik Tajam #Ops Keselamatan Semeru 2026