KEDIRI, JP Radar Kediri- Pelarian MD, 62, warga Tulungagung terhenti setelah berusaha kabur sejauh 15 kilometer pada Minggu dini hari (8/2). Pelaku tabrak lari itu langsung menjadi bulan-bulanan massa.
Tidak hanya menabrak pengemudi bentor berinisial H, 60, di Jalan KHR Abdul Fatah depan Pasar Ngemplak, Tulungagung. Dia juga menghantam pom mini milik Eni di Desa Purwodadi.
Pom mini di toko Madura itu ringsek ditabrak MD. Itu juga yang membuat pelariannya gagal. Hingga akhirnya diamuk massa.
“Saya awalnya tidur. Kebetulan yang berjaga suami. Denger keramaian dikiranya anak-anak silat sepeti biasanya,” ujar Eni.
Peristiwa keramaian yang ada bukan berasal dari perguruan silat. Melainkan dari masyarakat yang melampiaskan amarahnya kepada pelaku tabrak lari di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga: Ini Kronologi Kasus Tabrak Lari Tulungagung, Pelaku Diamuk Massa di Kras Kediri
Setelah menabrak bukannya berhenti, kendaraan tersebut justru melaju kencang. Tentu aksi tersebut membuat pihak kepolisian dan warga memburu pelaku.
“Ya gatau kalau pom mini saya jadi korban. Justru yang cerita anak-anak yang beli minum,” tuturnya sembari menunjukkan pom mini miliknya yang tinggal puing-puing itu.
Perempuan yang semula tidur nyenyak itu terpaksa bangun. Sebab suara riuh dan deru sepeda motor sudah tidak tertahankan. Dia menggantikan suaminya melayani pembeli.
“Suami saya langsung mencari keberadaan pom mini yang terseret beberapa meter. Dikembalikan ke posisi sudah tinggal puing-puingnya,” bebernya.
Atas peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. Sekitar Rp 5 sampai 6 juta rupiah. Meskipun tinggal kerangka, beruntungnya bahan bakar didalamnya tidak tersulut hingga mengakibatkan kebakaran.
Baca Juga: Kasus Tabrak Lari Siswa SD di Kota Kediri Belum Ada Titik Terang, Begini Kata Polisi
“Berharapnya mendapat ganti rugi. Tapi tidak tau minta ke siapa. Polisi bilangnya nanti akan diganti itu saja,” tandas perempuan asal Lumajang, Jawa Timur itu.
Di lain sisi, Tun turut merasakan ketakutan yang dialami oleh Eni. Mobil yang menjadi amukan masa itu berhenti tepat di depan rumahnya. Dia juga membantu menyiramkan air agar api di mobil tidak menjalar ke rumah warga.
“Melihat api berkobar langsung ambil air. Takutnya kalau menjalar ke rumah warga,” ungkapnya ketika dotanya terkait kronologi kejadian.
Baca Juga: Update Kasus Tabrak Lari Siswi SD di Kota Kediri, Satlantas Periksa CCTV di TKP
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, peristiwa yang terjadi pada pukul 01.00 dini hari itu menjadi perbincangan hangat warga sekitar saat pagi hari.
Mereka saling menceritakan perasaan yang dialaminya. Rasa takut hingga salah persepsi yang membuat mereka tak berani mengecek ke luar rumah.
Editor : Andhika Attar Anindita