Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Pengakuan NST Terkait Arisan Jebol di Kediri, Beberkan Kronologi Versinya

Hilda Nurmala Risani • Senin, 2 Februari 2026 | 23:24 WIB

 

Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK
Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK

KEDIRI, JP Radar Kediri– Setelah dicari-cari oleh anggota arisan sejak akhir 2025 lalu, NST, 26, terlapor kasus arisan bodong akhirnya buka suara. Menurutnya, arisan yang digagasnya itu jebol karena setoran uang dari depo yang macet.

Kepada Jawa Pos Radar Kediri, NST mengaku punya tiga depo atau owner jual beli arisan. Mereka adalah Ka, Iv, dan Ja.

“Biasanya transaksi (arisan) berjalan lancar. Namun beberapa bulan terakhir terjadi kemacetan dari depo sehingga membuat beberapa uang arisan anggota tidak bisa dicairkan,” ujar NST.

Lebih jauh NST menuturkan, arisan online itu berawal pada 2017 silam. Perempuan yang mempunyai bisnis penjualan baju secara online itu memiliki banyak kenalan. Mayoritas berasal dari luar kota.

Baca Juga: Korban Arisan Bodong Kediri Resmi Polisikan NST, Serahkan Dua Alat Bukti

Dari penjualan baju itu akhirnya dia mengenal Ka yang menjadi depo arisan. Awalnya NST sering melihat story WhatsApp Ka yang menjual dan membuka arisan dalam bentuk list atau daftar nama.

“Saya tanya amanah apa tidak? katanya amanah. Makanya (NST) tertarik untuk join,” tuturnya.

NST pun mulai ikut arisan list nama itu pada Mei 2025. Awalnya semua berjalan sebagaimana mestinya. Namun ada salah satu kejanggalan yang membuatnya bertanya-tanya.

“Misalnya dalam satu grup itu ada 10 orang. Setiap waktunya motel dan tidak segera di transfer yang riuh hanya lima orang itu-itu saja. Sedangkan lima sisanya ini yang menjadi pertanyaan, apakah keberadaanya benar-benar ada atau hanya nama saja,” paparnya.

Selanjutnya, pada Juli 2025 NST mengaku dimintai tolong untuk menjualkan arisan. Belakangan NST juga mengaku membantu Iv dan Ja untuk menjualkan arisan mereka.

Baca Juga: Tak Terima Jadi Kambing Hitam Arisan Bodong, Ini Klarifikasi Depo Kediri

Setelah berjalannya waktu, menurut NST terjadi kemacetan pembayaran. Dia mencontohkan, pembayaran Ka macet sejak Oktober 2025. Sedangkan Iv macet pada November.

“Sedangkan Ja ini masih setor hingga sekarang tapi tidak pernah genap,” terang ibu dari satu anak itu.

Meski setoran dari depo macet, NST mengklaim masih bisa mencairkan arisan anggotanya. Total ada delapan orang yang motel pada Desember 2025 lalu.

“Tanggal 12 Desember saya masih motelkan 8 orang. Dengan nominal Rp 5 juta, Rp 7 juta, Rp 8 juta, dan Rp 10 juta. Sering menalangi juga, sampai akhirnya uang sudah habis sehingga tidak bisa menalangi ketika terjadi macet,” tandasnya.

Baca Juga: Depo Arisan Bodong Siap Balikin Uang, Ini Persyaratannya

Seperti diberitakan, NST membuka arisan yang berbeda dengan arisan kebanyakan. Bukan meminta anggota menyetor uang secara rutin.

Melainkan menawarkan agar membeli paket dengan keuntungan besar. Semakin tinggi nilai paketnya, semakin besar pula keuntungannya.

Arisan yang dibuka sejak Juli 2025 mulai macet atau jebol pada Jumat (12/12) 2025. NST tidak bisa lagi mencairkan arisan anggota sesuai jadwal yang ditentukan.

Sedikitnya ada 320 anggota yang tidak bisa mencairkan uang mereka. Kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar.

Atas kejadian tersebut, puluhan korban sempat mendatangi rumah NST. Kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Polda Jatim.

Editor : Andhika Attar Anindita
#ratusan korban rugi milyaran #polres kediri #arisan bodong #polda jatim #kota kediri