KEDIRI, JP Radar Kediri- Jajaran Polsek Gurah mengamankan terduga pelaku dalam perkara dugaan aborsi yang terjadi di wilayah Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Kasus tersebut terungkap setelah pihak rumah sakit melaporkan adanya bayi yang meninggal dunia usai dilahirkan.
Terduga pelaku masing-masing berinisial FAP (19), warga Kecamatan Pagu, serta WHY (25), yang diketahui merupakan kekasih sekaligus tetangga satu desa.
Kapolsek Gurah Iptu Ardian Wahyudi menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada Senin (26/1) dini hari.
Ia menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari laporan tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit di Kecamatan Gurah.
Petugas medis mencurigai adanya indikasi tindakan aborsi pada seorang pasien perempuan yang datang untuk mendapatkan penanganan medis.
“Pihak rumah sakit melaporkan adanya seorang perempuan yang datang untuk menjalani perawatan. Dari hasil pemeriksaan awal, diduga yang bersangkutan sebelumnya mengonsumsi obat-obatan tertentu,” ujar perwira yang akrab disapa Yudi tersebut.
Bayi yang dilahirkan perempuan itu sempat dalam kondisi hidup. Namun, beberapa saat kemudian kondisinya menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
Atas kejadian itu, tenaga kesehatan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Gurah untuk penanganan lebih lanjut dari sisi hukum.
Pada hari yang sama, polisi mengamankan WHY. Sementara FAP yang baru melahirkan masih menjalani perawatan intensif.
Berdasarkan penyelidikan awal, petugas menduga adanya unsur kesengajaan, di mana perempuan tersebut diduga mengonsumsi obat-obatan yang berkaitan dengan upaya pengguguran kandungan.
Guna kepentingan penyidikan, Polsek Gurah telah mengamankan para terduga pelaku serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.
Selanjutnya, perkara dugaan aborsi tersebut dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri untuk penanganan dan pendalaman lebih lanjut.
“Kasus ini kami limpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Kediri karena menyangkut perempuan dan anak. Saat ini masih dilakukan pendalaman terkait peran masing-masing terduga pelaku,” pungkas Iptu Yudi.
Editor : Andhika Attar Anindita