Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda Berbaju Provokatif di Ngasem Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 25 Januari 2026 | 05:58 WIB

Polisi sedang mengimbau masyarakat agar tidak memakai pakaian yang bernuansa provokasi.
Polisi sedang mengimbau masyarakat agar tidak memakai pakaian yang bernuansa provokasi.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Ketenangan di Ngasem mendadak berubah. Itu setelah Polsek Ngasem menggelar patroli rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) pada Jumat (23/1) malam. Korps berseragam cokelat ini menyisir berbagai titik rawan untuk memastikan situasi tetap kondusif untuk warga.

Langkah preventif petugas membuahkan hasil, di simpang tiga Tepus polisi mendapati dua pemuda yang tengah bersantai. Perhatian polisi ada pada kaus yang mereka kenakan berisi atribut yang dinilai tidak lazim. Cenderung membahayakan kerukunan antar kelompok.

Baca Juga: Dishub Kota Kediri Terapkan Uji Coba Tahap 2, Parkir Jalan Stasiun Diatur Satu Sisi

Kedua pemuda tersebut kedapatan mengenakan kaos dengan desain visual yang mengandung unsur provokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan identitas secara humanis, diketahui bahwa keduanya ternyata masih berusia di bawah umur. 

Menyadari bahwa atribut semacam itu dapat memicu gesekan fisik maupun konflik antar golongan di ruang publik, petugas segera mengambil tindakan cepat. Demi meredam potensi keributan, polisi meminta kedua remaja tersebut untuk membalik kaos mereka sehingga pesan provokatif di pakaian tersebut tidak lagi terlihat oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Daftar TKA SD-SMP, Disdik Kota Kediri Imbau Sekolah Harus Teliti

Kapolsek Ngasem, Ipda Heri Priyadi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk perlindungan sekaligus edukasi kepada generasi muda. Selain meminta mereka menyembunyikan tulisan di baju, petugas juga mengimbau kedua pemuda tersebut untuk segera membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

"Langkah ini kami ambil agar tulisannya tidak kelihatan dan tidak memancing reaksi negatif. Kami juga meminta mereka untuk segera pulang demi keamanan mereka sendiri," jelas Ipda Heri Priyadi saat memberikan keterangan terkait insiden tersebut.

Baca Juga: Rombak Interior, Penutupan Perpustakaan Umum Kota Kediri Diperpanjang

Ipda Heri menegaskan bahwa pihak kepolisian sama sekali tidak melarang warga untuk bersosialisasi atau sekadar menikmati kopi di pinggir jalan. Namun, ia memberikan garis tegas bahwa penggunaan atribut rasis atau provokatif adalah pelanggaran yang tidak akan ditoleransi karena mempertaruhkan kedamaian wilayah.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#provokatif #polsek ngasem #rasis #Cegah Gesekan #patroli rutin