Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Duka Mendalam! Ibu Korban Penusukan oleh Anak Kandung di Kediri Akhirnya Meninggal Dunia

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 23 Januari 2026 | 22:39 WIB
PERISTIRAHATAN TERAKHIR: Sejumlah kerabat khusyuk berdoa usai pemakaman Tumiyatun di TPU Desa/Kecamatan Kunjang kemarin sore. (Foto: Asad M.S)   
PERISTIRAHATAN TERAKHIR: Sejumlah kerabat khusyuk berdoa usai pemakaman Tumiyatun di TPU Desa/Kecamatan Kunjang kemarin sore. (Foto: Asad M.S)  

KEDIRI,  JP Radar Kediri-Meski kondisinya sempat dinyatakan membaik, nyawa Tumiyatun, 69, tidak tertolong.

Perempuan yang pulang dari RSUD Kabupaten Kediri pada Rabu (21/1) sore lalu itu tewas pada pukul 20.30 Kamis (22/1) lalu.

Plt Sekretaris Desa (Sekdes) Kunjang Komarudin mengatakan, perempuan yang ditusuk pisau oleh Kusnadi, 50, anak sulungnya sendiri, pulang ke rumah di Dusun Kunjangkidul, Desa/Kecamatan Kunjang pada pukul 15.00, Rabu (21/1) lalu.

“Kamis pagi sekitar pukul 08.00 yang bersangkutan mengeluh demam. Sempat drop,” kata Komarudin.

Menindaklanjuti hal tersebut, Tumiyatun lantas dibawa ke Poliklinik Surya Prima Kunjang.

Lansia itu kembali dirawat di fasilitas kesehatan yang pertama kali menangani luka tusuknya tersebut. Sekitar pukul 19.00 menurut Komarudin kondisi Tumiyatun semakin drop.

“Meninggal dunia sekitar pukul 20.30 di Klinik Surya Prima,” lanjut pria yang juga kepala Dusun Kunjanglor itu sembari menyebut jenazah dipulangkan pukul 21.15 Kamis lalu.

Setelah Tumiyatun dinyatakan tewas, Tim Identifikasi polres Kediri tiba di rumah duka untuk berkoordinasi tentang pelaksanaan otopsi di RS Bhayangkara Kediri.

Dari sana, jenazah dibawa ke RS milik Polri tersebut pukul 23.30.

Otopsi dilaksanakan sekitar pukul 08.00. Jenazah perempuan bernasib malang itu langsung dipulangkan. Sekitar pukul 15.30 kemarin dimakamkan di TPU Desa Kunjang.

Gendo Santoso, salah satu perangkat Desa Kunjang menambahkan, perilaku Kusnadi yang sering marah saat tidak punya uang itu sudah diketahui secara luas.

“Kalau tidak punya uang memang sering marah-marah ke ibunya,” tuturnya.

Dia mencontohkan peristiwa 15 tahun yang lalu. Saat itu Kusnadi juga pernah marah dan telanjang di depan rumahnya. Penyebabnya juga karena tidak punya uang.

Melihat perilaku anak sulungnya itu, Tumiyatun lantas membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kecamatan Rejoso, Nganjuk.

“Di sana dia sempat diborgol namun menangis dan minta pulang. Setelah itu nggak pernah kumat lagi,” paparnya.

Meski tidak pernah mengamuk atau telanjang, dia masih sering marah-marah jika tidak mempunyai uang.

Karenanya, Santoso juga menduga pemicu penusukan pada sang ibu karena dia marah tidak memiliki uang.

"Kemungkinan saat itu karena nggak punya uang," jelasnya membenarkan pengakuan warga tentang kemarahan Kusnadi karena dia tidak mendapat uang dari ibunya.

Terpisah, Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan menyebut Polres Kediri mengawal otopsi yang berlangsung di RS Bhayangkara.

“Selebihnya kami masih mengintensifkan penyidikan,” tutur perwira dengan pangkat satu melati di pundak itu.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, pemakaman Tumiyatun kemarin sore dihadiri oleh kerabat dan tetangga.

Kusnadi yang masih ditahan dan diperiksa di Polres Kediri tidak tampak mengikuti prosesi pemakaman.

Terkait ketidakhadiran Kusnadi, Hari membenarkan jika Kusnadi masih diperiksa di Polres Kediri. Hingga kemarin dia masih diperiksa secara intensif oleh penyidik. 

Kronologi:

- Tumiyatun, 69, ditusuk oleh Kusnadi, 50, putra sulungnya pada pukul 08.00 Rabu (21/1) lalu

- Sempat dibawa ke Poliklinik Surya Prima Kunjang, Tumiyatun dirujuk ke RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) pada pukul 11.00 (21/1)

- Kondisi lansia itu dinyatakan stabil, tiga luka tusuk di tubuhnya juga sudah dijahit oleh nakes Poliklinik Surya Prima

- Pukul 15.00 (21/1) Tumiyatun diperbolehkan pulang dari RSKK untuk menjalani rawat jalan

- Pukul 08.00 Kamis (22/1) lalu korban dibawa kembali ke Poliklinik Surya Prima Kunjang karena keluhan demam

- Kondisinya semakin parah hingga drop pukul 19.00 dan dinyatakan meninggal dunia pukul 20.30 (22/1)

- Jenazah Tumiyatun yang sempat dibawa ke rumah duka langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi. Sekitar pukul 08.00 otopsi selesai dan jenazah dimakamkan pukul 15.30 (23/1)

Editor : Andhika Attar Anindita
#duka #kediri #anak tusuk ibu