Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Update Kasus Anak Tusuk Ibu Kandung di Kediri: Terus Meracau, Polisi Akan Bawa Pelaku ke RSJ

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 23 Januari 2026 | 06:30 WIB

 

MENYERAH: Anggota Polsek Kunjang menggelandang Kusnadi yang Rabu (21/1) lalu menyerahkan diri setelah menusuk Tumiyatun, 69, ibunya. Penyidik kesulitan memeriksa pria yang terus meracau saat dimintai.
MENYERAH: Anggota Polsek Kunjang menggelandang Kusnadi yang Rabu (21/1) lalu menyerahkan diri setelah menusuk Tumiyatun, 69, ibunya. Penyidik kesulitan memeriksa pria yang terus meracau saat dimintai.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Satreskrim Polres Kediri mengintensifkan penyidikan kasus penusukan yang dilakukan oleh Kusnadi, 50, terhadap Tumiyatun, 69, ibu kandungnya.

Meski sudah meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan, nasib pria yang diduga mengalami gangguan jiwa itu belum ditentukan, Korps baju cokelat masih akan memeriksakannya ke rumah sakit jiwa (RSJ).

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan mengatakan, hingga kemarin timnya sudah memeriksa sejumlah saksi.

"Mulai keluarga dan tetangga (korban),” kata Joshua tentang penanganan kasus yang menimpa perempuan asal Dusun Kunjangkidul, Desa/Kecamatan Kunjang itu.

Dari keterangan para saksi, perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu menyebut ada indikasi Kusnadi mengalami gangguan kejiwaan.

Dia pernah diminta untuk berobat namun belum dilaksanakan. "Selama ini (Kusnadi) memang belum mendapatkan perawatan dan juga belum pernah mengkonsumsi obat-obatan," terangnya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Dugaan Eksploitasi Anak di Warung Karaoke Pare Kediri

Karenanya, polisi akan memeriksakan kejiwaan Kusnadi. Penyidik mengagendakan membawa pelaku penusukan itu ke rumah sakit jiwa.

"Ini(pemeriksaan) terkait dengan pertanggungjawaban pidananya. Jadi mungkin seseorang itu bisa melakukan tindak pidana, tapi dia tidak dapat dikenai atau mungkin dikurangi sanksi pidananya. Atau diberi tindakan sesuai KUHP yang baru," paparnya.

Hasil pemeriksaan kejiwaan Kusnadi akan jadi dasar pelaksanaan gelar perkara status hukumnya.

“Sampai hari ini (22/1) masih kami periksa intensif. Tapi yang bersangkutan hanya menjawab dengan meracau,” jelasnya.

Dia mencontohkan saat penyidik menanyakan alasannya menusuk Tumiyatun, Kusnadi menjawab karena mendapat dorongan dari Gusti Allah.

Yasedikit ngelantur. Tapi kan kita perlu lihat secara objektif. Kami tidak bisa menyatakan dia memiliki disabilitas mental atau tidak karena bukan kapasitas kami," tandasnya sembari menyebut polisi membutuhkan surat tertulis yang menyatakan Kusnadi mengalami gangguan jiwa.

Sementara itu, setelah mendapat perawatan dari Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK), kondisi Tumiyatun membaik. Dia juga dipulangkan kemarin dan menjalani rawat jalan.

Wakil Direktur Pelayanan RSKK Kabupaten Kediri dr Binti Ratna Khomsiyatin mengatakan, Tumiyatun dibawa ke RSKK sekitar pukul 11.00 Rabu (21/1) lalu.

“Saat tiba kondisinya sudah dijahit dan stabil,” kata Binti tentang kondisi perempuan yang sebelumnya ditangani di Klinik Surya Prima itu.

Lebih jauh Binti membenarkan jika Tumiyatun mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya.

Mulai di punggung, bahu kiri, dan perut. Namun, saat tiba di RSKK luka-luka itu sudah dijahit dan diperban.

“Luka di beberapa titik namun tidak sampai organ dalam. Sudah di-hecting di klinik dan dilakukan rawat jalan,” tandasnya.

Seperti diberitakan, warga Dusun Kunjangkidul, Desa/Kecamatan Kunjang gempar pada Rabu (21/1) pagi lalu.

Baca Juga: Ini Pengakuan Saksi saat Sidang Faiz di Pengadilan Negeri Kota Kediri

Hal tersebut setelah sekitar pukul 08.00 mereka mendengar teriakan minta tolong dari Tumiyatun.

Saat dicek, perempuan tua itu dalam kondisi tertelungkup bersimbah darah. Dia mengalami luka tusuk di perut, punggung, dan bahu kiri.

Pelaku penusukan adalah Kusnadi, anak sulungnya. Dia menusuk sang ibu menggunakan pisau sepanjang sekitar 30 sentimeter.

Menurut pengakuan korban kepada tetangganya, Kusnadi marah karena meminta uang dan tidak diberi.

Terkait motif itu, Joshua mengaku masih akan melakukan pendalaman. “Kami menuggu kondisi korban pulih dulu,” tandasnya.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#gangguan jiwa #luka tusuk #bersimbah darah #RSKK Pare #korban penusukan #kunjang #odgj #polres kediri #penusukan #kriminal #kasus penusukan