KEDIRI, JP Radar Kediri – Polres Kediri Kota telah mengembalikan belasan oknum anggota perguruan silat yang melakukan penghadangan di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan pada Sabtu (17/1) lalu.
Untuk diketahui, massa yang didominasi pesilat usai menghadiri acara bertajuk ‘B-Fest (Balaekor Fest)’ di gedung olah raga (GOR) Lembu Peteng, Kabupaten Tulungagung. Mereka pun melintasi beberapa ruas jalan di wilayah Kediri Kota.
Setibanya di Desa Jabon, sekitar 20 oknum yang diduga dari perguruan silat lain mencoba menghadang dan melakukan aksi pelemparan batu ke sejumlah rombongan dan aparat kepolisian.
Baca Juga: Mengenal Khoirul Anam, Dulu Pesilat Kini Pelukis Handal yang Karyanya Tembus Luar Kota
“Berkat kesigapan petugas yang mengawal, bentrokan berhasil dicegah dan beberapa oknum berhasil diamankan dan dibawa ke Mako Polres Kediri Kota,” ujar Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi.
Menurutnya, ada 13 oknum yang diduga dari perguruan silat lain yang diamankan beserta sepeda motor. Bahkan, beberapa kendaraan sepeda motor tidak ada pemiliknya. Itu karena melarikan diri saat dilakukan penertiban.
Ditanya terkait asal remaja yang diamankan, lelaki yang akrab disapa Iwan itu menyebut jika mayoritas berasal dari wilayah Kediri. “Rata-rata dari Kediri saja,” imbuhnya.
Baca Juga: Polres Kediri Kota Genjot Patroli Dini Hari untuk Cegah Bentrok Pesilat
Di lain sisi, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana menerangkan, jika beberapa orang yang sudah diamanakan di Mako Polres Kediri Kota sudah dikembalikan ke rumahnya.
“Sudah langsung dipulangkan, kami hanya memberikan pembinaan saja,” pungkasnya.
Pihak kepolisian pun mengimbau agar seluruh pesilat menjaga ketertiban. Serta menjunjung tinggi nama baik perguruan. Jangan sampai menganggu keamanan dan ketertiban umum. Sebab sebagai pendekar harus bisa mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pencak silat.
Editor : Andhika Attar Anindita