KEDIRI, JP Radar Kediri– Masyarakat Dusun Kunjang Kidul, Desa Kunjang, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri digemparkan oleh aksi dugaan penganiayaan berat pada Rabu (21/1) pagi.
Seorang anak tega menusuk ibu kandungnya sendiri hingga bersimbah darah di dalam rumah mereka.
Peristiwa tragis tersebut menimpa Tumiatun, 69. Ia diduga menjadi korban penusukan oleh putra kandungnya sendiri, Kusnadi, 50.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Seorang tetangga korban mengaku mendengar teriakan histeris dari arah rumah Tumiatun.
Saat saksi berusaha mendekat untuk memastikan keadaan, ia melihat Kusnadi keluar dari rumah dengan terburu-buru.
"Saksi melihat terduga pelaku (Kusnadi, red) keluar rumah dan langsung pergi meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor," ujar Kapolsek Kunjang AKP Udi Waluyo.
Saat warga masuk ke dalam rumah, mereka menemukan Tumiatun sudah terkapar di lantai dengan luka tusuk di tubuhnya.
Baca Juga: Kapolres Kediri Kota Minta Segera Laporkan Ketika Ada Kekurangan MBG, Ini Alasannya
Kondisi korban saat itu bersimbah darah namun masih dalam keadaan hidup. Warga segera mengevakuasi korban ke Klinik Surya Prima, Kunjang, untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kunjang yang menerima laporan segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk melacak keberadaan pelaku.
Namun, sekitar dua jam setelah kejadian, tepatnya pukul 10.00 WIB, Kusnadi muncul di Mapolsek Kunjang.
Tanpa perlawanan, ia datang menggunakan sepeda motornya untuk menyerahkan diri kepada petugas.
"Terduga pelaku datang sendiri ke Polsek Kunjang sekitar pukul 10.00 WIB untuk menyerahkan diri," tambah AKP Udi Waluyo.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Kusnadi untuk mengungkap motif di balik aksi nekatnya tersebut. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
Sementara itu, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak medis terus memantau kondisi Tumiatun mengingat usia korban yang sudah lanjut dan luka yang diderita cukup serius.
Editor : Andhika Attar Anindita