Mereka adalah Wahyu Nugroho, 29, dan Sri Nuzulah, 33. Pasutri itu kompak melakukan kejahatan curanmor dengan modus menggunakan kunci duplikat. Biasanya, kunci T sudah tidak berlaku lagi bagi mereka.
Hal itu diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana. Dia menjelaskan, cara yang digunakan pelaku berbeda dengan modus pencuri motor lain yang mayoritas menggunakan kunci T atau kunci modifikasi.
Baca Juga: Kemana Pasutri Spesialis Curanmor di Kediri Menjual Sepeda Motor?
“Dia (pelaku spesialis curanmor, Red) menggunakan kunci asli atau duplikat dari kendaraan tertentu. Kemudian dicoba ke kendaraan jenis lain. Kalau berhasil ya dibawa lari,” papar lelaki yang akrab disapa Cipto.
Tentu dengan adanya modus seperti itu, Cipto mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam meletakkan kendaraan sepeda motor. Sebab modus yang diterapkan akan berganti-ganti. Yang perlu dilakukan adalah jangan lupa untuk mengunci kendaraan sepeda motor yang hendak ditinggal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengunci stang. Kemudian ditutup dengan double lock untuk protection. Kalau ini sudah dilakukan dipastikan kendaraan sepeda motor tidak bisa dibobol,” imbuhnya.
Baca Juga: Kronik Kasus Curanmor di Kediri 1: Tak Hanya Ada Niat, Juga karena Pemilik Lengah
Lebih lanjut, perwira dengan tiga balok emas di pundak itu pun menyebut masih sering ditemui masyarakat yang lalai dan menganggap sepele. Misalnya meletakkan kendaraan sepeda motor dengan kondisi yang masih menancap.
Tentu kelalaian itu membuat pelaku mudah melancarkan aksinya. Tanpa effort atau perjuangan membobol mereka sudah bisa langsung membawa kabur kendaraan sepeda motor.
“Betul kami terkadang masih sering tidak mencabut kunci kendaraan sepeda motor. Dengan alasan hanya ditinggal sebentar,” terang Jarwo, 50, warga Kecamatan Kota, Kota Kediri.
Baca Juga: Kronik Kasus Curanmor di Kediri 2: Vonis Ringan, Tak Beri Efek Jera
Adanya kejadian curanmor yang marak ini, membuat Jarwo lebih berhati-hati. Serta membiasakan diri untuk tidak menyepelekan keadaan.
Meskipun lingkungan sekitar dirasa aman, namun namanya musibah tidak ada di kalender. “Ya, pasti akan lebih berhati-hati. Jangan sampai jadi korban dulu baru kapok,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : rekian