KEDIRI, JP Radar Kediri– Sudah tidak zamannya lagi derby diwarnai bentrok antarsuporter. Begitu juga kala laga Persik Kediri versus Arema FC. Namun, hal semacam ini masih saja ditemui.
Seperti halnya Minggu dini hari kemarin (11/1). Beruntung polisi bisa menggagalkan upaya tersebut.
Upaya pencegahan memang sengaja dilakukan oleh jajaran Polres Kediri. Oleh karena itu, Korps Bhayangkara melakukan pengamanan di daerah perbatasan.
Benar saja, puluhan oknum suporter yang diduga hendak bentrok tersebut dapat diredam.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kasi Humas Iptu Yusi Baiti menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.
Personel langsung bergerak cepat setelah mendapati adanya ajakan perseteruan yang beredar secara masif di media sosial.
“Kurang lebih ada 25 suporter terindikasi akan menuju perbatasan Kediri–Malang. Namun berhasil kami gagalkan sebelum terjadi bentrokan,” jelas Yusi.
Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan 21 kendaraan roda dua yang sempat masuk ke gang-gang.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah botol minuman keras. Tak hanya itu, pihaknya juga mendapati adanya batu berukuran sedang dan kecil yang disimpan di dalam jok sepeda motor.
Setelah dilakukan pendataan, para suporter tersebut tidak ditahan. Melainkan hanya mendapatkan pembinaan oleh Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan.
Mereka diberi siraman rohani berupa wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta pemahaman agar tidak mudah terprovokasi melalui media sosial.
“Pihak kepolisian tidak melakukan penangkapan, melainkan lebih kepada menyelamatkan. Semua adalah saudara sesama pecinta sepak bola,” tegas Hari.
Usai pembinaan, mereka lantas diserahkan kepada ketua coordinator suporter setempat dengan disaksikan pejabat terkait. (sad/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita