KEDIRI, JP Radar Kediri- Somasi yang telah dikirimkan korban kepada NST, 26, bandar arisan bodong, tak kunjung mendapat jawaban.
Merespons hal tersebut, puluhan korban akan mengajukan laporan resmi minggu ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Koordinator Korban Arisan Bodong Davin.
“Tanggal 4 Januari kita ke Polda Jatim. Laporan resmi setelah masa somasi,” ujar Davin saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Untuk diketahui, puluhan korban telah mengirimkan somasi kepada terduga pelaku sejak Jumat (19/12) lalu. Tujuannya agar kasus pidana dan perdatanya bisa berjalan berbarengan.
Baca Juga: Polisi Mulai Periksa Korban Arisan Bodong di Kediri, Ini Yang Diminta
Pemberian somasi, tutur Davin, merupakan salah satu unsur yang harus dipenuhi sebelum menggugat terduga pelaku secara perdata. Somasi jadi peringatan terakhir sebelum kasusnya dilanjutkan ke pengadilan.
Di tahap ini, menurut Davin pihaknya masih memberi kesempatan kepada NST agar menunjukkan itikad baiknya. “Tidak ada jawaban sama sekali (jawaban somasi dari NST, Red),” lanjutnya.
Dengan tidak adanya respons dari terduga pelaku hingga minggu ini, otomatis akan ditindaklanjuti dengan laporan resmi ke Polda Jatim.
Diakui Davin, semua korban pun siap untuk mengikuti proses hukum yang berlaku. Mulai dari memberi keterangan dan barang bukti di kepolisian. Hingga saat mereka harus menjadi saksi saat persidangan berlangsung.
Baca Juga: Depo Arisan Bodong Siap Balikin Uang, Ini Persyaratannya
“Akan terus kami update perkembangannya. Baik dari Polda Jatim maupun polres setempat. Seperti Kediri, Nganjuk, Jombang dan Tulungagung,” tandasnya.
Seperti diberitakan, pelaku NST membuka arisan yang berbeda dengan arisan kebanyakan. Bukan meminta anggota menyetor uang secara rutin, melainkan menawarkan agar membeli paket dengan keuntungan besar. Semakin tinggi nilai paketnya, semakin besar pula keuntungannya.
Arisan yang dibuka sejak Juli itu mulai bermasalah pada Jumat (12/12) lalu. Alasannya arisan tersebut sudah jebol. Artinya dia tidak mampu lagi membayar paket yang dibeli oleh para anggota.
Sedikitnya ada 320 anggota yang tidak bisa mencairkan uang mereka. Kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar. Atas kejadian tersebut, puluhan korban sempat mendatangi rumah NST.
Di depan para perempuan yang menggeruduk rumahnya, NST menandatangani surat pernyataan pengembalian uang. Namun, kertas yang ditandatanganinya itu tidak berarti apa-apa karena perempuan yang selalu tampil modis itu tidak lagi berada di rumahnya.
Editor : Andhika Attar Anindita