KEDIRI, JP Radar Kediri– Polisi sudah memeroses kasus arisan bodong di Kabupaten Kediri. Kemarin, Polres Kediri meminta korban untuk mengecek dan mencocokan kembali data yang sudah ditransfer ke rekening terduga pelaku NST, 26.
Menurut Davin, ketua koordinator korban arisan bodong, sejak minggu kemarin korban yang melaporkan ke Polres Kediri sudah dimintai keterangan.
Baca Juga: Nasib Para Korban Arisan Bodong di Kediri, Impian Sirna gara-gara Tergiur Keuntungan Banyak dalam Waktu Singkat
“Ini yang melapor ke Polres Kediri sudah dipanggil oleh penyidik kepolisian,” ujar Davin.
Korban yang melapor ke Polres Kediri ada dua orang. Mereka melapor sebagai korban arisan bodong pada Senin (15/12) lalu. Satu minggu setelahnya korban diminta datang untuk memberikan keterangan terkait barang bukti yang diberikan.
Dua korban yang diminta datang oleh penyidik itu dimintai keterangan terkait bukti transfer yang telah diberikan. Bagaimana awal mula korban bisa mentransfer hingga nominalnya bisa terus bertambah besar.
Baca Juga: Korban Arisan Bodong Terpikat Lancar di Awal Rumah Pengelola Kosong, Aset Berharga Dibawa Pergi
“Sembari menunggu proses dari kepolisian, kami juga berupaya melakukan langkah lain. Agar permasalahan ini bisa segera menemukan solusi,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan, terduga pelaku NST membuka arisan yang berbeda dengan arisan kebanyakan. Bukan meminta anggota menyetor uang secara rutin, melainkan menawarkan agar membeli paket dengan keuntungan besar. Semakin tinggi nilai paketnya, semakin besar pula keuntungannya.
Arisan dibuka sejak Juli itu mulai bermasalah pada Jumat (12/12) lalu. Alasannya arisan tersebut sudah jebol. Artinya dia tidak mampu lagi membayar paket yang dibeli oleh para anggota.
Baca Juga: Korban Arisan Bodong di Kediri Somasi Bandar, beri Waktu 21 Hari sebelum Polda Jatim Bergerak
Sedikitnya ada 320 anggota yang tidak bisa mencairkan uang mereka. Kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar. Atas kejadian tersebut, puluhan korban sempat mendatangi rumah NST.
Di depan para perempuan yang menggeruduk rumahnya, NST menandatangani surat pernyataan pengembalian uang. Namun, kertas yang ditandatanganinya itu tidak berarti apa-apa karena perempuan yang selalu tampil modis itu tidak lagi berada di rumahnya.
Editor : rekian