Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Depo Arisan Bodong Siap Balikin Uang, Ini Persyaratannya

Hilda Nurmala Risani • Rabu, 31 Desember 2025 | 23:44 WIB

 

 

Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK
Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK

KEDIRI, JP Radar Kediri - Depo atau bandar yang disebut-sebut sebagai penyebab arisan yang digagas NST, 26, kolaps mulai bersuara. Mereka juga siap mengembalikan uang kepada para korban. Tidak secara langsung melainkan melalui Polda Jatim.

Informasi itu dibenarkan oleh VA, 28, perempuan yang disebut sebagai salah satu depo. Dia mengatakan siap mengembalikan uang yang ada pada dirinya. Yaitu sebanyak Rp 130 juta. Uang tersebut rencananya untuk arisan 1 sampai 8 Desember 2025.

Kemarin Davin (ketua koordinator korban arisan bodong, Red) bilang kalau dari tiga depo ini jika ingin mengembalikan uang tidak bisa langsung ke NST. Melainkan ada perantara dari Polda Jatim. Dari sana dulu baru korban,ujar VA melalui telepon WhatsApp.

Baca Juga: Tak Terima Jadi Kambing Hitam Arisan Bodong, Ini Klarifikasi Depo Kediri

VA menegaskan siap mengembalikan uang korban. Asalkan tidak secara lansung semuanya, melainkan dengan cara mengangsur.

Kalau saya pasti mengembalikan. Saya tanggung jawab tetapi tidak bisa langsung. Melainkan dengan mengangsur,akunya.

VA sendiri mengenal NST-sebagai bandar arisan di Kediri-sejak akhir September lalu. Dalam kurun waktu tiga bulan tersebut proses transaksi selalu berjalan lancar. Bahkan nominal yang berhasil ditransfer mencapai puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Nasib Para Korban Arisan Bodong di Kediri, Impian Sirna gara-gara Tergiur Keuntungan Banyak dalam Waktu Singkat

Tak hanya itu, komunikasinya dengan NST juga baik. Tapi hanya sebatas titip jual arisan. Tidak ada istilah curhat maupun cerita yang lain. Terlebih terkait permasalahan arisan ini.

Saya mulai kaget ketika disebut sebagai depo ketika arisannya bermasalah pada Jumat (12/12, Red) lalu. Ada anggota yang menghubungi saya. Dia meminta pertanggungjawaban, padahal saya tidak ada urusan kepada mereka,imbuhnya.

Perempuan berdomisili Jombang itu mengaku jika sebelum arisan kolaps memang dihubungi oleh NST. Yaitu pada Senin (8/12), dengan maksud meminta agar  segera membayar.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Arisan Bodong di Kediri: Dulu, Tujuannya untuk Silaturahmi

Kemarin sebelum ada permasalahan ini ada (uang yang dibawa, Red) Rp 148 juta. Namun setelah dihitung-hitung tinggal Rp 130 juta yang masih di saya. Saya ada sangkutan di NST bukan di membernya,tegas VA.

Munculnya permasalahan ini membuatnya menduga-menduga. Yaitu kemungkinanarisan seharusnya hanya dijual ke satu orang ternyata dijual kepada lebih dari satu orang.

Tak heran jika  arisan langsung kolaps. Karena uang yang masuk tak cukup untuk digunakan memutar uang anggota. Ibaratnya, gali lubang tutup lubang.

Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, selain WT dan RM yang merupakan warga Kediri, ada juga VA dari Jombang yang disebut sebagai depo arisan. Adapun total uang arisan yang dibawa oleh tiga perempuan itu senilai Rp 457 juta. Dengan rincian RM memegang Rp 300 juta, VA Rp 130 juta, dan WT Rp 27  juta.

Baca Juga: Sebelum Melarikan Diri, Bandar Arisan Bodong Ternyata Bikin Pesta Ultah Mewah

Sementara itu, para korban arisan bodong yang dikelola NST masih menunggu jawaban somasi mereka. Sebab, hingga saat ini tanggapan belum mereka terima.

Masih belum ada (jawaban somasi dari NST),” kata Davin, ketua koordinator korban arisan bodong.

Seperti diberitakan, NST membuka arisan yang berbeda dengan arisan kebanyakan. Bukan meminta anggota menyetor uang secara rutin, melainkan menawarkan agar membeli paket dengan keuntungan besar. Semakin tinggi nilai paketnya, semakin besar pula keuntungannya.

Baca Juga: Korban Arisan Bodong Terpikat Lancar di Awal Rumah Pengelola Kosong, Aset Berharga Dibawa Pergi

Arisan yang dibuka sejak Juli itu mulai bermasalah pada Jumat (12/12) lalu. Arisan jebol alias NST tidak mampu membayar paket arisan yang dibeli anggota.

Sedikitnya ada 320 anggota yang tidak bisa mencairkan uang mereka. Kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar. Puluhan korban sempat mendatangi rumah NST.

Di depan para perempuan yang menggeruduk rumahnya, NST menandatangani surat pernyataan pengembalian uang. Namun, kertas yang ditandatanganinya itu tidak berarti apa-apa karena perempuan yang selalu tampil modis itu tidak lagi berada di rumahnya. Kini ratusan korban menunggu progres laporan mereka di Polda Jatim.

Editor : rekian
#miliaran rupiah #polres kediri #arisan bodong #polda jatim #kota kediri