Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tak Terima Jadi Kambing Hitam Arisan Bodong, Ini Klarifikasi Depo Kediri

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 27 Desember 2025 | 11:00 WIB

 

Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK
Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK

KEDIRI, JP Radar Kediri-NST, penggagas arisan bodong dengan kerugian total Rp 4 miliar semakin terjepit. Jika sebelumnya perempuan asal KelurahanKampungdalem, Kota Kediri itu mengaku menyetor uang anggota kepada depo atau bandar, tiga depo yang namanya dicatut mengaku tidak menerima setorandalam jumlah banyak. Melainkan hanya Rp 457 juta.

Tak terima nama mereka jadi kambing hitam setelah arisannya jebol, tigaperempuan yang disebut sebagai depo ini memberi klarifikasi lewat teleponWhatsApp grup.

Tanggungan saya ke NST hanya sisa Rp 27 juta. Itu belumsaya berikan karena ada permasalahan gagal bayar ini,” kata WT, salah satudepo, yang berdomisili di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Nasib Para Korban Arisan Bodong di Kediri, Impian Sirna gara-gara Tergiur Keuntungan Banyak dalam Waktu Singkat

WT mengaku masih menyetor uang ke NST pada Jumat (12/12) lalusebesar Rp 1,5 juta. Seharusnya dia juga menyetor uang total Rp 27 juta untukarisan tanggal 13, 14, 18, 24, dan 31 Desember. Namun, semua belum dicairkankarena sudah muncul masalah gagal bayar tersebut.

“Kalau saya berikan nanti khawatirnya uang malah lenyap (dibawaNST),” aku WT yang marah karena namanya sering dikambinghitamkansebagai dalang gagal bayar arisan. Padahal, menurutnya pembayaran paketarisan ke perempuan berambut panjang itu lancar.

“Saya kenal NST baru 2025 ini. Sekitar tiga bulan bekerja sama lancar-lancar saja. Pembayaran saya ke NST tidak ada kendala. Saya kira dia juga amanah,” sesalnya di depan para anggota.

Lebih jauh WT mengaku mengenal perempuan yang memiliki usaha baju thrift itu dari RM, temannya. Pada Oktober lalu RM membuat story WhatsApptentang jual beli arisan. WT pun tertarik untuk bergabung sebagai perantara jual.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Arisan Bodong di Kediri: Dulu, Tujuannya untuk Silaturahmi

“Jadi saya hanya titip jual arisan. Istilahnya perantara siapa yang punya arisan nanti saya jualkan ke NST. Satu arisan untuk satu orang,” tuturperempuan berusia 27 tahun itu.

Dia menduga, arisan yang seharusnya hanya dijualkan kepada satu orang itu dijual kepada lebih dari satu orang. Akibatnya, arisan langsung kolaps. “Saya dilaporkan ke Polres Kediri Kota tapi laporannya ditolak karena selamaini anggota melakukan transaksi dan komunikasi hanya ke  NST. Bukan saya,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, selain WT dan RM yang merupakan wargaKediri, ada juga VA dari Jombang yangmerupakan depo arisan. Total arisan yang dipegang oleh tiga perempuan ituhanya Rp 457 juta. Rinciannya, RM memegang Rp 300 juta, VA Rp 130 juta, dan WT Rp 27  juta.

Baca Juga: Korban Arisan Bodong di Kediri Somasi Bandar, beri Waktu 21 Hari sebelum Polda Jatim Bergerak

Jumlah tersebut jauh di bawah kerugian lebih dari 300 anggota arisanyang mencapai Rp 4 miliar. “Yang dibawa depo cuma ratusan juta tapi iurananggota sampai miliaran. Sisanya ini kemana,” sahut Davin, koordinator korban arisan bodong yang ikut melakukan panggilan group.

Seperti diberitakan, NST membuka arisan yang berbeda dengan arisankebanyakan. Bukan meminta anggota menyetor uang secara rutin, melainkanmenawarkan agar membeli paket dengan keuntungan besar. Semakin tingginilai paketnya, semakin besar pula keuntungannya.

Arisan yang dibuka sejak Juli itu mulai bermasalah pada Jumat (12/12) lalu. Alasannya arisan jebol alias NST tidak mampu lagi membayar paket arisanyang dibeli anggota.

Baca Juga: Sebelum Melarikan Diri, Bandar Arisan Bodong Ternyata Bikin Pesta Ultah Mewah

Sedikitnya ada 320 anggota yang tidak bisa mencairkan uang mereka. Kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar. Atas kejadian tersebut, puluhan korban sempat mendatangi rumah NST.

Di depan para perempuan yang menggeruduk rumahnya, NST menandatangani surat pernyataan pengembalian uang. Namun, kertas yang ditandatanganinya itu tidak berarti apa-apa karena perempuan yang selalutampil modis itu tidak lagi berada di rumahnya. Kini ratusan korban menungguprogres laporan mereka di Polda Jatim.

Editor : rekian
#Arisan bodong kediri #miliaran rupiah #kota kediri