KEDIRI, JP Radar Kediri – Operasi Lilin Semeru 2025 resmi dimulai hari ini, Sabtu (20/12), sebagai langkah pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Polres Kediri memastikan kesiapan penuh personel dan sarana pendukung melalui apel gelar pasukan yang dilaksanakan Jumat (19/12) sore.
Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dan digelar serentak di seluruh Indonesia.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, sebelum dimulainya operasi, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral.
Langkah tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi dan pola pengamanan selama masa libur Nataru.
Apel gelar pasukan menjadi tahapan akhir untuk memastikan kesiapan personel maupun kelengkapan sarana prasarana pendukung operasi.
Baca Juga: Breaking News! Toko Bangunan di Pare Kediri Ludes Terbakar, Polisi Dalami Penyebabnya
“Kami melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 untuk mengecek kesiapan akhir personel yang terlibat, sekaligus memastikan sarana prasarana pendukung, baik kendaraan maupun perlengkapan lainnya, siap digunakan,” jelas AKBP Bramastyo.
Dalam Operasi Lilin Semeru 2025 ini, Polres Kediri mengerahkan sebanyak 238 personel. Pengamanan diperkuat unsur TNI dari Kodim 0809 Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, termasuk dukungan ambulans dari puskesmas terdekat.
Selain itu, unsur pengamanan lain seperti Senkom, Banser, Pramuka, serta relawan turut dilibatkan di sekitar pos-pos pengamanan.
Polres Kediri juga menyiapkan enam pos pengamanan dan pelayanan. Satu Pos Pelayanan (Posyan) ditempatkan di Simpang Tiga Mengkreng yang menjadi titik atensi nasional karena merupakan pertemuan jalur utama Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang.
Sementara lima Pos Pengamanan (Pospam) lainnya berada di Kecamatan Papar, Wates, Kandangan, Ringin Budho, serta kawasan SLG atau Monumen Simpang Lima Gumul yang diprediksi menjadi pusat perayaan malam pergantian tahun.
Kapolres Kediri mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap tertib saat merayakan malam tahun baru.
Ia mengingatkan pentingnya menggunakan helm, melengkapi surat-surat kendaraan, tidak berboncengan lebih dari dua orang, serta menjaga keamanan kendaraan guna mencegah tindak kejahatan.
Masyarakat juga diminta merayakan pergantian tahun di satu lokasi saja dan tidak melakukan konvoi.
“Silakan memilih lokasi perayaan dan cukup berada di tempat masing-masing. Tidak perlu berpindah-pindah atau melakukan konvoi hingga tengah malam,” tegasnya.
Terkait arus lalu lintas, AKBP Bramastyo menambahkan, pembatasan operasional angkutan barang akan diberlakukan sesuai Surat Keputusan Bersama antara Korlantas Polri dan Ditjen Perhubungan Darat.
Pengaturan teknis akan disosialisasikan oleh Satlantas Polres Kediri guna menekan potensi kepadatan lalu lintas, terutama pada puncak arus Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga: Jelang Nataru, Bus AKDP dan AKAP Melonjak di Terminal Tamanan Kota Kediri
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno menyatakan pihaknya turut menyiagakan personel di sejumlah destinasi wisata selama libur Nataru.
Selain pengamanan wisata, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Jawa Timur saat ini memasuki puncak musim hujan. Kami mengimbau warga Kabupaten Kediri waspada terhadap hujan lebat yang berpotensi menyebabkan longsor dan banjir, seperti yang sempat terjadi di wilayah Gampengrejo dan Ngasem,” ujarnya. (sad)
Editor : Andhika Attar Anindita