Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Korban Arisan Bodong Kumpulkan Surat Kuasa, Berupaya Menyerahkan ke Polda Jatim Jumat Lusa

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 19 Desember 2025 | 00:10 WIB

 

Korban mengumpulkan barang bukti.
Korban mengumpulkan barang bukti.

KOTA, JP Radar Kediri-Ratusan korban arisan bodong yang digagas oleh NST, 26, terus mencari keadilan. Setelah melapor ke Polda Jatim, ratusan korban mengumpulkan surat kuasa untuk proses hukum lebih lanjut. Termasuk para korban yang berada di luar Jawa Timur.

          Koordinator Korban Arisan Bodong Davin mengatakan, hingga kemarin dia juga masih mengumpulkan surat kuasa dari 99 korban yang ada di grupnya. “Satu dua hari ini masih mengumpulkan tanda tangan surat kuasa dari 99 korban yang ada di grup kami,” kata Davin sembari menyebut beberapa korban mengirim surat kuasa lewat kurir.

          Setelah surat kuasa dari para korban terkumpul, menurut Davin pihaknya akan menyerahkan tanda tangan tersebut ke Polda Jatim. Jika sebelumnya laporan bersifat personal, nantinya akan bersifat kelompok atau banyak orang.

Diakui Davin, pengumpulan tanda tangan surat jadi lebih lama. Salah satu penyebabnya karena mereka harus menunggu tanda tangan korban yang berada di luar Jatim. Termasuk korban dari Jawa Tengah dan daerah lainnya.

Baca Juga: Tergiur Untung Besar, Ratusan Orang Malah Ketiban Apes, Uang Miliaran Rupiah pun Amblas

          Selain laporan yang bersifat kelompok di Polda Jatim, menurut Davin para korban juga banyak yang melapor ke kepolisian resor (polres). Selain ke Polres Kediri, ada pula yang melapor ke Polres Tulungagung dan Polres Nganjuk. “Para korban melapor di daerah masing-masing. Ada yang di Polda Jatim, Polres Kediri, Polres Tulungagung, dan Polres Nganjuk,” lanjutnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kemarin ada sekitar 70 korban yang berkumpul di salah satu kedai di Kota Kediri, pukul 14.00 kemarin. Mereka bertemu untuk mengumpulkan tanda tangan surat kuasa yang akan diserahkan ke Polda Jatim.

          Selebihnya, mereka akan menunggu proses hukum di Polda Jatim. Harapan lebih dari 320 korban pun bertumpu pada pengusutan yang dilakukan oleh korps baju cokelat itu. Apalagi, saat ini NST sudah menghilang dari rumahnya di Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri. Aset-aset di rumah yang terletak di gang timur Alun-Alun Kota Kediri itu juga sudah dibawa pergi.

Baca Juga: Korban Arisan di Kediri Lapor Polda Jatim, Ini Pengakuannya

          Mereka berharap uang dengan total sekitar Rp 4 miliar itu bisa kembali.  “Rumah dalam kondisi kosong. Begitupun asetnya berupa kendaraan juga dibawa pergi. Keberadaannya di mana kami kurang mengetahui,” sambung Er, salah satu korban yang terus memantau keberadaan pelaku.

Seperti yang diberitakan, pelaku NST membuka arisan yang berbeda dengan arisan kebanyakan. Bukan meminta anggota menyetor uang secara rutin, melainkan menawarkan agar membeli paket dengan keuntungan yang besar. Semakin tinggi nilai paketnya, semakin besar pula keuntungannya.

Arisan yang dibuka sejak Juli itu mulai bermasalah pada Jumat (12/12) kemarin. Alasannya arisan tersebut sudah jebol. Sehingga 320 lebih anggota itu tidak bisa mencairkan uang.

Sebelumnya, korban juga sempat mendatangi rumah NST. Di depan para perempuan yang menggeruduk rumahnya, perempuan berambut panjang itu sempat menandatangani surat pernyataan pengembalian uang. Namun, kertas yang ditandatanganinya menjadi tidak bermakna karena perempuan yang selalu tampil modis itu tidak lagi berada di rumahnya.

Editor : Mahfud
#arisan bodong #kota kediri