KEDIRI, JP Radar Kediri - Harapan ratusan warga Kota dan Kabupaten Kediri untuk meraih untung besar dari arisan yang diikutinya, pupus sudah. Alih-alih uangnya beranak pinak, mereka hanya bisa gigit jari karena sang bandar arisan mengaku jebol.
Untuk diketahui, sejak arisan yang dibuka oleh NST ini berbeda dengan arisan kebanyakan. Arisan reguler biasanya mengumpulkan uang dari anggota setiap minggu atau setiap bulan. Kemudian, uang yang terkumpul diundi untuk menentukan anggota yang mendapatkan uang. Selanjutnya, iuran baru berhenti setelah semua anggota mendapat uang atau biasa disebut motel.
Namun, arisan yang dibuat oleh perempuan asal Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri ini berbeda. Bukan meminta anggota menyetor uang secara rutin, melainkan menawarkan agar membeli paket dengan keuntungan yang besar. Semakin tinggi nilai paketnya, semakin besar pula keuntungannya.
Misalnya, membayar Rp 700 ribu akan mendapat Rp 1 juta di tanggal yang sudah ditetapkan. Kemudian, bayar Rp 2,6 juta akan mendapat Rp 4 juta. Yang paling tinggi, dengan membayar Rp 9,5 juta akan mendapat Rp 20 juta pada 27 Januari nanti. “Saya ikut yang bayar Rp 1,5 juta dicairkan Rp 3 juta pada 13 Desember,” kata Gavin, koordinator korban arisan bodong yang digagas NST.
Kemudian, dia juga membeli paket Rp 2,5 juta dicairkan Rp 5 juta pada 14 Desember. Dengan dua paket itu, Gavin berharap uangnya bisa bertambah banyak. Namun, dia hanya bisa gigit jari karena NST mengaku tidak bisa membayar kembali sesuai janji. “Alasannya (NST tidak bisa membayar) karena ada masalah di deponya,” lanjut Gavin.
Namun, setelah ditelusuri, dia mengaku menemukan beberapa kejanggalan. Yakni, satu paket arisan yang dijanjikan cair di tanggal tertentu, tidak hanya dijual kepada satu orang. Melainkan kepada tiga sampai lima orang lainnya.
Baca Juga: Kasus Penipuan Madu Klanceng Segera Disidang di PN Kota Kediri
“Alasannya tidak bisa membayar arisan itu macam-macam. Katanya sedang mendapat musibah. Lainnya juga beralasan ada masalah di pusat (pengurus pusat arisan),” terangnya.
Sementara itu, tidak jelasnya pengusutan kasus arisan bodong membuat korban membuat laporan baru. “Hari ini (15/12) kami melapor ke Polda Jatim,” aku Gavin tentang langkah hukum yang diambil korban.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian