Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dua Psikolog Dampingi Korban Pencabulan, Lakukan Kunjungan Tiap Tiga Hari Sekali

Hilda Nurmala Risani • Senin, 8 Desember 2025 | 20:24 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Mawar dan Melati, dua bocah asal Kecamatan Pesantren yang menjadi korban pencabulan, mendapat pendampingan khusus psikolog. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri menerjunkan dua psikolog yang mendampingi mereka.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Kediri Zaki Zamani mengatakan, pihaknya sudah menugaskan dua psikolog untuk melakukan pendampingan. Masing-masing korban didampingi oleh seorang psikolog.

“Kami sudah meng-hire dua psikolog. Jadi (DP3AP2KB, Red) sudah memiliki sendiri, tidak harus menunggu jadwal dari psikolog tempat lain,” kata pria yang akrab disapa Zaki itu.

Psikolog, lanjut Zaki, akan memeriksa kondisi psikologis korban. Serta upaya atau langkah-langkah untuk menindaklanjutinya. Para korban, terang Zaki, akan mendapat pendampingan hingga kondisi dinyatakan membaik.

Apa saja bentuk pendampingan yang dilakukan? Psikolog, tutur Zaki, akan melakukan konseling secara rutin. Menyesuaikan kebutuhan korban. Karenanya, konseling yang dilakukan terhadap Mawar dan Melati tidak akan sama.

Bisa jadi, setelah tiga atau empat kali pertemuan sudah dinyatakan cukup. Namun, bisa juga harus dilakukan konseling lebih lama lagi sampai kondisi psikologisnya dinyatakan sudah membaik.

“Tidak ada patokan khusus. Menyesuaikan kebutuhan korban, kalau dirasa dalam tiga sampai empat kali konseling sudah bagus maka di cukupkan. Berlaku juga sebaliknya,” terangnya sembari menyebut psikolog sudah melakukan asesmen awal untuk memeriksa psikologis korban.

Setelah diketahui kondisinya, mereka baru melakukan konseling. Selama proses pendampingan, tim psikolog akan turut memantau kondisi korban setiap dua hari atau tiga hari sekali.

Saat mengikuti konseling, Mawar dan Melati harus bertemu dengan psikolog sendiri-sendiri. Dengan cara demikian menurut Zaki mereka bisa leluasa menyampaikan apa yang dirasakan tanpa takut dihakimi atau malu.

“Pendampingan ini membutuhkan kerja sama. Tidak hanya dari kami saja, tetapi juga dari lingkungan sekitar. Tetangga, orang tua serta teman- temannya. Mereka semua harus bersikap supportif agar kondisi psikologis korban bisa segera membaik,” tuturnya.

Seperti diberitakan, kasus pencabulan menimpa Mawar, 10; dan Melati, 11. Mereka dicabuli oleh FAAL, 18, siswa SMA yang sekaligus merupakan guru ngaji dua bocah tersebut. Aksi bejat FAAL itu terbongkar saat Melati, 11, mengadu kepada ibunya bahwa dia punya utang kepada pelaku.

Untuk mengurangi utangnya, dia diajak untuk bersetubuh secara verbal. Beruntung, hal tersebut diketahui oleh sang ibu melalui percakapan WhatsApp.

Nahasnya, keponakannya, sebut saja Mawar, justru sudah dicabuli sekaligus disetubuhi. Menjadi korban pencabulan selama dua tahun terakhir membuat kondisi psikologis Mawar sangat memprihatinkan. Kini korban sudah didampingi oleh UPT PPA DP3AP2KB. Sementara pelaku sudah diamankan oleh Satreskrim Polres Kediri Kota pada Jumat (5/12) lalu.

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#kejahatan anak #kediri #DP3 AP2 KB #hukum kriminal #kriminal