Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Guru Ngaji Cabuli Dua Anak SD, Ini Kronologinya

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 6 Desember 2025 | 01:26 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Kasus pencabulan kembali terjadi di wilayah Kota Kediri. Kali ini aksi tidak senonoh itu menimpa Mawar, 10; dan Melati, 11. Mereka dicabuli oleh FAAL, 18, siswa SMA yang sekaligus merupakan guru ngaji dua bocah tersebut.

Untuk diketahui, aksi bejat FAAL itu terbongkar saat Melati, 11, mengadu kepada ibunya. Dia sudah diajak untuk bersetubuh secara verbal. Beruntung, hal tersebut diketahui oleh sang ibu sebelum sempat terjadi.

“Pada September lalu anak saya minta maaf. Katanya dia punya utang kepada pelaku,” ungkap SK, ibu Melati.

Kaget karena anaknya mengaku punya utang, SK langsung menanyakan jumlahnya. Sang anak pun menyuruh ibunya untuk melihat di ponselnya. “Saat saya cek handphone-nya ada ajakan (melakukan perbuatan asusila, Red) agar utangnya bisa berkurang” lanjut SK.

Baca Juga: Ini yang Dilakukan Pemkot Kediri setelah Hasil Asesmen Sebut Mekar Alami Depresi

Menurut pengakuan Melati, dia punya utang kepada FAAL sebesar Rp 876 ribu. Agar utangnya tinggal Rp 400 ribu, Melati harus bersedia diajak bersetubuh.

“Uang itu (Rp 876 ribu) sebenarnya diberikan pelaku secara cuma-cuma. Tapi ternyata dikumpulkan jadi satu dan dianggap sebagai utang,” terangnya merasa prihatin karena FAAL mengelabuhi anak-anak.

Kaget karena anaknya diajak untuk berbuat asusila, SK langsung menyita ponsel Melati. Nomor FAAL juga langsung diblokir. “Saya berupaya untuk meminta penjelasan dari pelaku, namun keluarga pelaku justru menyebut bahwa FAAL masih belum baligh,” terangnya dengan mata berkaca-kaca.

Pernyataan keluarga pelaku itu membuat SK kecewa. Terutama aktivitas pelaku yang tetap seperti biasanya. Seolah tidak ada penyesalan dan rasa bersalah.

Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, pelaku dan korban merupakan tetangga dekat. Rumah mereka saling berhadapan. Hal tersebut membuat korban takut dan trauma saat keluar rumah.

Tidak puas dengan respons keluarga, SK terus berupaya mencari informasi terkait pelaku. Tujuannya agar pelaku jera. Dalam prosesnya, dia justru mendapati korbannya bukan hanya Melati. Melainkan keponakannya, sebut saja Mawar.

Kaget campur marah, SK langsung menanyakan hak tersebut kepada Mawar. Bocah yang ketakutan itu awalnya tidak mau mengaku. Namun, setelah didekati dia mau menceritakan semuanya. “Dia (Mawar) mengaku kalau sudah pernah dicabuli bahkan sudah disetubuhi,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Baca Juga: Korban Rudapaksa Asal Mojoroto Kota Kediri Dapatkan Pendampingan Psikologis

UK, ibu Mawar, menyebut pencabulan terhadap anaknya terjadi  sejak 2 tahun yang lalu. Dia tidak menyangka FAAL mencabuli putrinya. Sebab, dia merupakan tetangganya sendiri. Apalagi, latar belakang keluarganya juga religius.

“Pelaku ini terkadang membantu budenya mengajar ngaji. Sebab dia juga hafiz Quran. Dia tinggal di rumah bersama bude dan memang dekat dengan anak-anak. Itu yang saya khawatirkan ada korban lainnya,” tutur UK, ibu Mawar dengan suara bergetar.

Menurut penuturan Mawar, pencabulan kali pertama dilakukan di kamar mandi masjid. Selanjutnya, perbuatan asusila itu dilakukan di rumah pelaku. Mereka masuk lewat jendela rumah.

“Sampai sekarang tiap hari harus datang lewat jendela. Waktunya tidak pasti,” katanya tentang pencabulan yang menimpa bocah kelas 4 SD itu.

Menjadi korban pencabulan terus-menerus, kondisi psikologis putrinya sangat memprihatinkan. Setiap mengingat peristiwa kelam tersebut, Mawar marah. Kemudian dia langsung memukul, menendang, dan menggigit orang disekitarnya. Bahkan juga membanting barang yang ada di sekitarnya.

Baca Juga: Remaja Korban Rudapaksa di Kota Kediri Terpaksa Putus Sekolah, Begini Nasibnya

Tak hanya itu, sang anak juga susah tidur. Setiap harinya tidur hanya dalam hitungan jam. “Selama ini saya tidak pernah tahu kalau tidak diberi informasi oleh SK. Sebab anak saya tidak pernah bercerita dan ketika ditanya langsung marah,” paparnya lirih menahan marah.

Yang membuat UK semakin kerepotan, sejak kejadian tersebut Mawar juga enggan masuk sekolah. Dia harus dibujuk dulu agar mau berangkat setiap harinya.

Tak tahan melihat kondisi anaknya, dia melapor ke Polres Kediri Kota pada 18 November silam. “Anak saya langsung diperiksa dan divisum di RS Bhayangkara,” jelasnya.

 Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Sementara masih menunggu hasil pemeriksaan visum dari dokter pemeriksa,” katanya singkat.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#murid #murid sd #hukum kriminal #asusila #kriminal #guru