KEDIRI, JP Radar Kediri- Lapas Kelas II A Kediri telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan secara bertahap. Dari 973 napi, ditemukan ada enam warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang terjangkit tuberkulosis (TBC).
Kepala Lapas Kelas II A Kediri Solichin mengatakan, sebagian besar penderita TBC ini karena sebelumnya memang ada riwayat penyakit. Jadi, bukan murni penularan saat berada di lapas.
Ketika terdeteksi mengidap TBC, warga binaan tersebut langsung dipindahkan ke ruang isolasi. Hal itu dilakukan untuk menekan agar tidak ada penularan ke penghuni lain.
Baca Juga: Kapasitas Lapas Kediri Overload Nyaris 300 Persen, Puluhan Warga Binaan Dilayar ke Madiun dan Malang
“WBP terjangkit TBC berada di ruang isolasi sampai sembuh. Kira-kira membutuhkan waktu sekitar 6 bulan,” imbuhnya.
Mereka yang diisolasi di ruang khusus itu dibatasi bertemu dengan keluarganya. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan. Saat ini, WBP yang menderita penyakit tertentu menjadi perhatian petugas Lapas. Utamanya berkaitan dengan pemberian obat-obatan.
Sedangkan untuk aktivitas di dalam lapas, mereka yang kini terjangkit TBC itu harus dipisahkan dengan napi lainnya. “Saat ini kami juga melakukan pemantauan kesehatan WBP melalui program SITUM DISAPA. Agar pelayanan kesehatan di Lapas lebih intensif,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Baca Juga: Puluhan Tersangka Kerusuhan Demo Dilayar ke Lapas Kediri, Begini Nasibnya
Saat ini, penyakit yang marak di Lapas berkaitan dengan gatal-gatal dan batuk. Untuk penyakit tersebut, mereka hanya mendapatkan obat dan perawatan khusus yang diperiksa setiap hari Sabtu.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian