Peran BK dianggap penting agar perilaku anak yang mengarah pada perundungan bisa tertangani dengan lebih baik. Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Achmad Wartjiantono mengatakan, dalam waktu dekat akan dilakukan penyuluhan kepada guru BK.
Targetnya terkait dengan penanganan tindakan perundungan yang dilakukan siswa. “Jadi yang kami sasar guru-guru BK, karena mereka ini kan garda terdepan terkait permasalahan-permasalahan yang menyangkut siswa. Agar penanganannya nanti tepat,” ujar pria yang akrab disapa Anton itu.
Anton mengatakan, selama 2025 ini, belum pernah ada kasus yang secara resmi dilaporkan ke dinas pendidikan. Jika pun ada laporan maka disdik akan memediasi dengan menghadirkan orang tua atau wali siswa dan perwakilan sekolah.
“Edukasi tentang anti-bullying sebenarnya selalu kami sampaikan saat penerimaan murid baru, saat MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah, Red),” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Zaki Zamani, menyebutkan Kota Kediri berada di peringkat 12 kasus kekerasan anak tertinggi di Jawa Timur. Selama 10 bulan di 2025 ini, total ada 44 anak yang mengalami kekerasan.
“Perundungan selama 2025 cuman ada satu kasus yang terlapor. Berupa kekerasan fisik,” ujar Zaki.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian