KEDIRI, JP Radar Kediri– Kasus tabrak lari yang dialami oleh Faren Khalisa, 11, siswa SDN Pojok 1 pada Selasa (14/10) lalu masih terus didalami oleh Satlantas Polres Kediri Kota.
Polisi memeriksa rekaman closed circuit television (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), untuk mengetahui identitas pelaku.
Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Afandy Dwi Takdir melalui Kanit Gakkum Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman mengatakan, anggotanya masih terus mengumpulkan CCTV di dekat lokasi kejadian.
Sehingga, identitas mobil penabrak yang melarikan diri bisa diketahui. “Sementara masih kami proses (pengusutan) karena minim saksi di lokasi yang melihat kejadian tersebut,” kata Anang.
Minimnya saksi dan rekaman CCTV, diakui Anang membuat polisi kesulitan mengungkap identitas pelaku.
Meski demikian, menurut Anang timnya masih terus mengumpulkan barang bukti. Terutama untuk mendeteksi kendaraan penabrak.
Terkait biaya pengobatan Faren, Anang menegaskan, biaya pengobatannya tercover Jasa Raharja.
Hal tersebut tak lepas dari identitas korban yang anak yatim piatu. “Untuk korban sudah kami bantu biar tercover Jasa Raharja,” paparnya.
Seperti diberitakan, Faren Khalisa, 11, siswa SDN Pojok 1 terserempet mobil saat berjalan menuju ke sekolahnya. Sebelumnya, dia baru saja mengikuti outing class di kawasan wisata Gua Selomangleng.
“Korban mengeluhkan tangan kanannya sakit. Dan menurut pihak rumah sakit disarankan untuk jangan digerakkan minimal 2 minggu maksimal 1 bulan agar bisa kembali normal. Sebab hasil pemeriksaan awal ada kemungkinan retak,” tutur Supriyo, orang tua angkat korban.
Dia berharap pelaku tabrak lari bisa segera ditemukan. Sehingga, bisa dituntut pertanggungjawabannya terhadap Faren.
Selebihnya, Supriyo mengaku menyayangkan kendaraan yang melaju kencang di lokasi padat aktivitas penduduk. Termasuk di dekat sekolah yang ramai anak-anak.
“Informasinya tadi memang mobil melaju cukup kencang. Bukannya berhenti dia justru melarikan diri,” sesal pria yang akrab disapa Priyo itu.
Editor : Andhika Attar Anindita