Peristiwa itu terjadi di persawahan Desa/Kecamatan Kras pada Selasa (7/10). Korban berinisial BP awalnya diajak pelaku RPS dan MDB teman sekolahnya belajar kelompok.
Baca Juga: Remaja di Kota Kediri Dirudapaksa hingga Hamil dan Melahirkan, Kenal di Perguruan Silat
“Setelah janjian bertemu di perempatan masuk Desa/Kecamatan Kras, korban kemudian dibawa ke area sawah dengan alasan mencari ubi untuk dibakar bersama," ungkap Kapolsek Kras AKP Agus Salim
Setibanya di lokasi, korban justru diserang menggunakan sabit oleh kedua pelaku. Peristiwa yang tak patut dicontoh itu terjadi sekitar pukul 18.30.
Kejadian itu membuat korban mengalami luka bacok di pipi. Lalu bagian punggung. Dan jari tangan kiri. Setelah korban tersungkur, pelaku RPS dan rekannya MDB membawa kabur sepeda motor milik korban.
Baca Juga: Bocah SD Korban Pencabulan di Kediri Alami Trauma, Tetap Sekolah meski Mental Terganggu
Korban yang berhasil melarikan diri sempat berteriak meminta tolong hingga ditemukan warga sekitar yang kemudian melapor ke Polsek Kras.
Mendapat laporan tersebut, Polsek Kras berkoordinasi dengan Unit Resmob Satreskrim Polres Kediri. Dari keterangan korban, diketahui identitas salah satu pelaku, sehingga petugas langsung melakukan pengejaran.
Baca Juga: Tiga Terdakwa Kasus Kerusuhan di Mapolres Kediri Kota hanya Divonis 1 Bulan 15 Hari
Sekitar pukul 22.00, kedua pelaku berhasil ditangkap di Dusun Ngrombeh, Desa Jambean, Kecamatan Kras, tanpa perlawanan. “Keduanya mengakui telah merencanakan aksi perampasan tersebut sejak Sabtu sebelumnya,” ungkapnya.
Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit sepeda motor milik korban, sabit yang digunakan pelaku, pakaian berlumur darah, serta satu unit sepeda motor lain milik pelaku.
Baca Juga: Ini Alasan Anak-Anak Pelaku Penjarahan Bisa Bebas Minggu Depan
Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri karena baik pelaku maupun korban sama-sama di bawah umur.
Agus menegaskan bahwa kabar yang sempat beredar di masyarakat terkait aksi pembegalan di wilayah Kras adalah tidak benar. “Bukan pembegalan seperti yang ramai di media sosial. Kasus ini murni perampasan yang dilakukan dua anak di bawah umur dan sudah kami tangani sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian