Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bocah SD Korban Pencabulan di Kediri Alami Trauma, Tetap Sekolah meski Mental Terganggu

Hilda Nurmala Risani • Rabu, 8 Oktober 2025 | 04:52 WIB
Ilustrasi bocah SD korban cabul.
Ilustrasi bocah SD korban cabul.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri– Menik (bukan nama sebenarnya), 12, korban pencabulan yang ada di Kecamatan Banyakan mengalami trauma.

Namun begitu Menik masih tetap bersekolah seperti biasanya. Meski mentalnya terganggu. “(Menik, Red) tetap masuk sekolah seperti biasanya,” terang Ag, tetangga kepercayaan keluarga korban.

Meskipun korban masih mau bersekolah dan makan, ada rasa trauma yang menyelimutinya. Itu terlihat dari ketakutannya ketika disuruh atau dimintai tolong kakak dan neneknya untuk belanja ke warung.

“Biasanya kalau disuruh beli es berangkat sendiri. Sekarang disuruh untuk menemani,” imbuhnya sembari menyebut jika korban juga takut untuk bertemu denga nPr, 39, terduga pelaku.

Untuk diketahui, korban tinggal bersama nenek dan kakak laki-lakinya. Selama ini dia juga jarang untuk keluar rumah.

Padahal di usianya yang masih kecil umumnya anak-anak bermain bersama dengan teman sebaya yang ada di lingkungan sekitarnya.

Tak heran adanya kejadian pencabulan yang diduga dilakukan oleh Pr ini membuat neneknya murka.

Alih-alih mengaku, pelaku justru mengelak ketika ditanyai oleh keluarga korban. Bahkan istrinya meminta agar keluarga korban tak memviralkan kasus ini demi dia dan anak-anaknya.

“Pernyataan istrinya membuat nenek korban langsung membalik pertanyaan. Kalau anakmu digitukan memang kamu terima. Dia pun tak bisa menjawab,” ungkapnya.

Untungnya, kasus ini mendapat penanganan cepat dari pihak kepolisian. Setelah dilaporkan ke Polsek Banyakan pada Rabu (1/10) dan langsung diteruskan ke Polres Kediri Kota, Jumat (3/10) pukul 01.00 dini hari korban langsung menjalani visum di RS Bhayangkara Kediri.

Selanjutnya, pukul 03.00 pagi korban sudah selesai menjalani visum dan dijemput oleh kakaknya. Namun sekitar pukul 13.00 korban diminta kembali ke balai desa setempat untuk menjalani pemeriksaan Kesehatan.

Seperti yang diberitakan, pelaku mendatangi rumah korban sebanyak tiga kali. Pertama datang ke rumah dengan menunjukkan film dewasa.

Kedua memberi iming-iming uang Rp 5 ribu kepada korban. Namun uang tersebut langsung dikembalikan oleh neneknya.

Ketiga, pelaku melancarkan aksinya ketika korban di rumah sendirian. Dengan langsung mencium, memegang area sensitif korban, dan meminta korban memegang alat kelaminnya.

Setelah melancarkan aksinya pelaku langsung keluar rumah. Sedangkan korban menangis ketakutan dan mengunci pintu kamarnya.

Neneknya yang baru pulang setelah membeli tahu lontong kaget mendengar suara tangisan itu dan meminta cucunya untuk membuka kamarnya.

Akhirnya korban bercerita dan keluarganya meminta orang kepercayaan untuk dibantu melaporkan ke Polsek. Kini kasusnya sudah ditangani Polres Kediri Kota.

“Sudah diamankan (terduga pelaku pencabulan Banyakan). Nanti saya rilis,” jelas Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana saat ditemui di Mako Polres Kediri Kota.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #bocah sd #sekolah #pencabulan #trauma