JP Radar Kediri-Satreskrim Polres Kediri Kota masih terus melanjutkan penyelidikan beras berkutu yang ditemukan dalam sidak pada 21 Juli lalu. Selain para penjual, polisi juga memanggil produsennya. Sayangnya, dua produsen mangkir alias belum memenuhi panggilan penyidik.
“Dua yang belum hadir itu produsen beras berkutu,” kata Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana sembari menyebut pihaknya sudah melayangkan panggilan sejak dua minggu lalu. Namun, mereka belum kunjung hadir.
Meski demikian, menurut Cipto legal dari produsen beras yang dipanggil sudah menghubungi penyidik. (Kemarin (minggu lalu) dari legal belum hadir. Izin masih ada kegiatan di NTT (Nusa Tenggara Timur),” lanjut bapak dua anak itu.
Belum hadirnya dua produsen beras berkutu itu, menurut Cipto otomatis memperlambat proses penyelidikan. Jika awalnya penyelidikan ditarget tuntas minggu lalu, dengan belum tuntasnya pemanggilan produsen beras dari luar Kediri itu kini jadi molor.
“Sudah kami agendakan untuk pemeriksaan minggu lalu. Namun belum hadir karena masih ada kegiatan. Nanti akan kami atur waktu lagi untuk pemeriksaannya,” terang Cipto.
Ditanya tentang hasil penyelidikan sementara, menurut Cipto pihaknya sudah meminta keterangan produsen beras dan penjual beras. Termasuk produsen beras yang nomor produknya tidak muncul di data Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Produsen beras yang penomorannya tidak muncul di data Bapanas itu setelah dipanggil ternyata bisa menunjukkan nomor pendaftarannya,” papar Cipto sembari menyebut penyidik masih akan melanjutkan pendalaman kasus.
Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Kediri bersama beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Kediri, perwakilan Polres Kediri Kota, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri melakukan sidak beras pada 21 Juli lalu. Sidak dilakukan menindaklanjuti temuan beras oplosan oleh Kementerian Pertanian.
Hasilnya mereka menemukan beras premium berkutu. Beras yang ada kutunya ini ditemukan pada merek Topi Koki, Koala, Koi Biru, dan Cantik Manis.
Beras dengan kemasan 5 kilogram itu dijual antara Rp 73 ribu sampai Rp 75 ribu. Sedangkan tiga merek beras yang harganya melebihi HET adalah merek Koi, Sania, dan Lahap Lele. Produk ditemukan di salah satu toko yang ada di Pasar Bandar dan Pasar Setonobetek yang harganya mencapai Rp 76 ribu.
Tim juga menemukan beras merek Sri Putih dengan kualitas medium. Namun dijual dengan harga beras premium. Beras yang seharusnya dijual Rp 62 ribu itu dijual Rp 73 ribu di salah satu toko di Jl Cendana Kota Kediri. (*)