Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Demi Alasan Ini Polisi Melarang Arak-arakan Anggota Silat PSHT yang Akan Mengikuti Sah-sahan di Kota Kediri

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 28 Juni 2025 | 16:30 WIB

 

Foto : Makna dan Folsofi dari logo PSHT
Foto : Makna dan Folsofi dari logo PSHT

JP Radar Kediri-Sah-sahan calon warga (cawar) baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Kediri digelar malam ini. Berkumpul di tiga titik, mereka akan diangkut menggunakan truk menuju padepokan PSHT Kota Kediri di Jl Lawu.

Polres Kediri Kota menerjunkan ratusan personel untuk pengamanan. Polisi juga melarang anggota lain melakukan konvoi.

Ketua PSHT Cabang Kota Kediri Agung Sediana mengatakan, total ada sekitar 500 anggota yang akan mengikuti pengesahan calon warga PSHT Kota Kediri.

“Sebanyak 355 merupakan calon warga yang akan disahkan pada tahun ini (tahun 2025, Red),” kata Agung.

Selain pengamanan dari kepolisian, menurut Agung PSHT juga menerjunkan pengamanan internal (pamter). Jumlahnya sebanyak 65 personel. Mereka diterjunkan di lokasi yang dilewati cawar PSHT.

Untuk diketahui, cawar dari tiga kecamatan di Kota Kediri akan berkumpul di tiga lokasi yang berbeda. Untuk cawar di Kecamatan Mojoroto langsung ke padepokan. Kemudian, warga dari Kecamatan Kota berkumpul di kantor PDAM Kota Kediri di Jl Ahmad Yani.

Selanjutnya, untuk cawar di Kecamatan Pesantren berkumpul Lapangan Kwangkalan. Sebelum kemudian menuju ke padepokan.

“Kami minta ketua ranting untuk menyediakan truk, cawar nanti akan diangkut truk,” lanjut Agung.

Selama prosesi sah-sahan, Agung juga sudah menginstruksikan kepada pengurus rayon dan ranting agar tidak menghadiri prosesi.

“Kami larang melakukan arak-arakan atau konvoi di jalan,” terangnya.

Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji menegaskan hal serupa. Dia juga melarang konvoi atau arak-arak yang bisa menimbulkan potensi gesekan antar-kelompok.

“Kami tidak segan menindak tegas para pelaku yang melanggar peraturan,” tegas pria yang akrab disapa Bram ini sembari meminta anggotanya untuk tetap waspada dalam pengamanan.

Menurutnya ada beberapa kerawanan selama acara sah-sahan. Selain potensi gesekan antar-kelompok, bisa muncul potensi kemacetan lalu lintas hingga penyalahgunaan alkohol selama proses sah-sahan berlangsung.

Tak hanya penjagaan di lokasi pusat. Pihaknya juga melakukan patroli mobile dan mengawal anggota perguruan silat yang akan menuju lokasi pengesahan.

“Harapannya pelaksanaan tahun baru Islam berjalan aman dan damai,” imbuh Bram yang total menerjunkan 496 personel pengamanan itu. (*)

 

Editor : Mahfud
#konvoi #PSHT 2025 #polisi