KEDIRI, JP Radar Kediri- Gesekan antar perguruan silat masih menjadi momok bagi masyarakat Kota Kediri. Untuk mengantisipasi masalah itu, Polres Kediri Kota mengintensifkan patroli dini hari.
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji telah memberi perhatian khusus untuk kasus gesekan antar perguruan silat. “Perselisihan ini memang membahayakan dan meresahkan masyarakat. Karena itu, perlu ada penanganan khusus,” ungkap Bramastyo.
Menurutnya, bentrokan yang terjadi antar perguruan silat kerap terjadi setelah bubaran. Karena itu, sejak awal menjabat pada Januari tahun lalu, dia sudah berupaya untuk menghadirkan petinggi masing-masing perguruan silat. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan kedamaian antara kelompok pesilat.
Untuk diketahui, patroli sering dilakukan pada Jumat tengah malam hingga Minggu dini hari. Sekitar pukul 23.00 hingga 03.00.
“Kalau wilayah Kota Kediri sangat jarang kami temui tawuran pesilat itu,” terangnya.
Baca Juga: Begini Penjelasan Saksi Ahli Tentang Makanan di Kasus Keracunan Massal Desa Krecek Kediri
Kota Kediri hanya dijadikan sebagai lintasan. Sehingga pihaknya juga aktif memantau kegiatan perguruan silat yang ada di sekitar wilayah Kota Kediri. Baik wilayah Tulungagung, Blitar, Pare, maupun Nganjuk.
“Kami juga terus bekerja sama dengan polres sekitar untuk memantau setiap kegiatan yang berkaitan dengan pesilat,” tandasnya.
Baca Juga: Cegah Balap Liar, Satlantas Polres Kediri Tilang Ratusan Kendaraan
Tak hanya itu, pihaknya setiap melakukan patroli juga melibatkan beberapa stakeholder. Termasuk dari TNI dengan total keseluruhan personel mencapai belasan hingga puluhan orang.
“Kerja sama itu kami lakukan untuk menjaga keamanan wilayah (Kota Kediri, red),” imbuhnya.
Baca Juga: Gibran Divonis 7 Tahun Pidana Penjara di PN Kabupaten Kediri, Ini Kasus yang Menjeratnya
Patroli ini selain untuk mencegah bentrokan antar pesilat, juga untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Seperti konvoi, balap liar serta curas, curat, dan curanmor.
Terakhir, AKBP Bramastyo menghimbau agar setiap anggota perguruan silat tidak mudah terprovokasi.
Baca Juga: Ini Jadwal Sidang Pengeroyok Rayyan, Siswa SMAN 1 Pare Kediri
Jika ada masalah sebaiknya diserahkan ke pihak berwajib. “Tawuran itu hanya membahayakan diri sendiri dan merugikan orang lain,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian