KEDIRI, JP Radar Kediri – Kasus peredaran sabu yang melibatkan warga binaan Lapas Kelas IIA Kediri langsung mendapat atensi.
Abdul Hamid Khairan alias Amex yang disinyalir terlibat langsung dijatuhi hukuman. Dia dimasukkan ke sel tikus karena ulahnya tersebut.
“Dari hasil penyelidikan Polres Kediri ada keterlibatan warga binaan Lapas. Langsung saja kami turut membantu memanggil yang bersangkutan,” ujar Kepala Lapas Kelas II A Kediri Sholichin.
Pada Senin lalu (14/4), Satresnarkoba Polres Kediri menangkap salah satu terduga pelaku penggedar sabu-sabu.
Hasil pengembangan ada keterlibatan warga lapas. Besoknya, pihak kepolisian mendatangi lapas untuk dipertemukan dengan Amex.
Dari hasil interogasi, Amex mengaku menggunakan handphone sebagai alat komunikasinya. “Handphone ini dia peroleh dari kunjungan.
Sehingga dimungkinkan barang tersebut hasil selundupan yang lengah dari pengawasan petugas,” ungkap Solichin.
Menurutnya, pengendalian peredaran sabu yang dilakukan Amex saat berada di dalam lapas belum berlangsung lama. Pasalnya, yang bersangkutan baru dititipkan kurang dari dua bulan.
“Amex dititipkan di sini (Lapas Kelas II A Kediri, red) sekitar 1,5 bulan. Berdasarkan pengakuan Amex pengendalian melalui handphone baru dilakukan dalam kurun waktu empat hari,” bebernya.
Sholichin memastikan jika praktik tersebut dilakukan Amex hanya dengan istrinya, Khalifatul Agustinawati alias Oliv. Bukan pengendalian antardaerah dengan cakupan yang sangat luas.
“Sabu-sabunya sudah ada di rumah. Bukan mengendalikan banyak tempat dengan telepon sana-sini,” papar pria yang baru menjabat sebagai kalapas dua bulan itu.
Atas tindakannya, Amex dipindahkan ke sel tikus sebagai wujud hukuman. Berapa lama waktu dibutuhkan Amex di sel tikus, pihak Lapas masih menunggu hasil dari sidang tim pengamat pemasyarakatan (TPP).
Tidak hanya itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan lembaga kepolisian. Sholichin meminta agar Amex diberi tindakan keras atas perbuatannya. Termasuk tambahan hukuman dengan kasus yang berbeda dari sebelumnya.
“Kalau memang ada keterlibatan dari petugas lapas dalam pengendalian tersebut, saya tidak segan untuk meminta ditindak tegas juga,” tandas Solichin.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita