Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Update Kasus Pengeroyokan Remaja di SLG Kediri, Polda Jatim Turun Tangan Cari Pelaku

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 28 Maret 2025 | 06:00 WIB
Photo
Photo

KABUPATENJP Radar Kediri-Polisi mengintensifkan penyelidikan kasus pengeroyokan yang menewaskan Moh. Hidris Rayyan, 17, pada Senin (24/3) dini hari lalu. Selain tim dari Satreskrim Polres Kediri, Polda Jatim juga mem-backup penanganan kasus. Kemarin, mereka melanjutkan penelusuran Closed Circuit Television (CCTV) di sepanjang rute para pelaku melintas.

          Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Jatanras Ditreskrimum) Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur yang dihubungi koran ini mengungkapkan, tim dari Polda Jatim memang turun untuk ikut menyelidiki kasus pengeroyokan di Desa Menang, Pagu tersebut.

“Dua tim yang turun. Beranggotakan total 20 orang. Kami mem-backup Polres Kediri,” kata pria yang akrab disapa Jumhur itu.

          Lebih jauh Jumhur mengungkapkan, kejadian pada dini hari membuat polisi kesulitan menelisik wajah para pelaku dan plat nomor kendaraan mereka. Meski demikian, tim masih terus bergerak untuk mengidentifikasi gerombolan pelaku. 

          Di luar 20 rekaman CCTV yang sudah diamankan oleh Polres Kediri, menurut Jumhur tim gabungan masih melanjutkan penelusuran CCTV di sepanjang rute yang dilalui pelaku. Terutama di sejumlah lokasi yang terang.

Sehingga, memungkinkan plat nomor kendaraan dan wajah pelaku terlihat. “Masih kami lakukan pengusutan terus. Kalau ada progres pasti kami kabari,” janji perwira dengan pangkat dua Melati di Pundak itu.

          Untuk diketahui, selain Rayyan, Zaki Amani, 17, dan Hendra Reza, 18, dua teman Rayyan juga ikut menjadi korban pengeroyokan. Namun, mereka hanya mengalami luka-luka karena sempat menyelamatkan diri dengan lari ke area persawahan terdekat.

          Senada dengan Jumhur, Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto membenarkan jika tim gabungan masih bekerja ekstrakeras untuk mengusut pengeroyokan berujung maut itu. "Masih dalam penyelidikan intensif tim gabungan," tuturnya.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama menambahkan, hingga kemarin satreskrim belum berhasil menangkap pelaku. Fauzy meminta masyarakat yang mengetahui identitas pelaku untuk melapor ke Polres Kediri. “Informasi sekecil apapun akan sangat membantu,” ungkap Fauzy ditemui di Desa Manggis, Ngancar kemarin (27/3).

          Seperti diberitakan, petaka berujung meninggalnya Rayyan itu berawal saat siswa SMAN 1 Pare itu berangkat ke area Simpang Lima Gumul (SLG) sekitar pukul 23.30, pada Minggu (23/3) lalu. Saat itu, Rayyan berboncengan dengan Zaki dan Hendra. Tiga teman lainnya juga berboncengan menggunakan satu motor berbeda.

          Sekitar satu jam berada di Kawasan SLG, enam pemuda asal Pare yang mengendarai dua sepeda motor itu pulang sekitar pukul 01.30. Saat melintas di Desa Menang, Pagu, mereka berpapasan dengan gerombolan yang melaju dengan memenuhi jalan raya.

          Tak sekadar berkonvoi, mereka juga membawa parang dan balok kayu. Selanjutnya, gerombolan itu meminta Zaki dan teman-temannya berhenti sembari melontarkan kata-kata kotor.

          Menyadari bahaya di depannya, Zaki langsung melaju kencang. Setelah jarak terpaut jauh, Zaki berhenti di area kafe di Ngasem untuk menunggu tiga temannya yang mengendarai motor lain.

          Rupanya yang menyusul adalah gerombolan berparang tersebut. Zaki dan dua temannya kembali kabur. Namun, kali ini mereka terkejar. Saat tiba di Desa Menang, Pagu, sepeda motor mereka ditendang. Selanjutnya tiga pemuda itu terjatuh.

          Zaki dan Hendra yang dalam kondisi luka dan patah tangannya berhasil kabur ke area persawahan. Sedangkan Rayyan yang tertangkap basah menjadi bulan-bulanan. Akibatnya, dia mengalami koma dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 03.00 Selasa (25/3) lalu.

          Pengeroyokan berujung maut itu diduga akibat sentimen perguruan silat. Gerombolan berparang itu mengejar Zaki dan teman-temannya karena di salah satu helm korban ada logo perguruan silat. Sedangkan para pelaku juga memakai kaus dari perguruan silat yang berbeda.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #geng motor #remaja dikeroyok #pengeroyokan #pencak silat