Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lagi! Pengeroyokan Serang Pemuda lagi Sahur On The Road di SLG Kediri, Satu Remaja Kehilangan Nyawa

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 26 Maret 2025 | 06:27 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Aksi premanisme nan brutal terjadi di jalanan Kabupaten Kediri Senin dini hari (24/3). Mengakibatkan seorang korban tewas dan dua lainnya luka-luka. Kini, kasusnya ditangani polisi.

Korban yang tewas adalah Moh. Hidris Rayyan. Remaja 17 tahun itu sempat koma sebelum mengembuskan napas terakhir dini hari kemarin (25/3) sekitar pukul 03.00 WIB.

Sementara, dua korban luka adalah Zaki Amani, 17 dan Hendra Reza 18. Keduanya dirawat di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK).

Berdasar keterangan Zaki, salah seorang korban, kejadian itu berawal ketika mereka berniat pergi ke Simpang Lima Gumul (SLG) untuk mencari sahur di luar rumah.

Selain tiga korban itu, juga ikut tiga pemuda lain. Mereka menggunakan dua sepeda motor dengan masing-masing berboncengan tiga.

Hingga sampai di SLG dan menuntaskan membeli makanan, situasi aman-aman saja. Tapi, situasi berubah saat keenamnya berniat pulang.

Di tengah perjalanan, tepatnya di dekat SMKN 1 Ngasem, mereka berpapasan dengan gerombolan pemuda yang membawa senjata tajam dan balok kayu.

Tanpa sebab yang jelas rombongan pemuda itu mengejar Zaki dkk. Sambil mengumpat dan mengeluarkan kata-kata kotor gerombolan itu meminta Zaki dan teman-temannya agar berhenti.

"Saya dan teman-teman tetap bablas. Soalnya mereka bawa parang dan (balok) kayu. Jadi takut," terang Zaki, yang ditemui Jawa Pos Radar Kediri di RSUD Kabupaten Kediri.

Karena takut, rombongan Zaki terpisah. Kendaraan yang ditumpangi Zaki, Hendra, dan Rayyan kemudian berhenti di dekat kafe di wilayah Sumberejo, Ngasem.

Niatnya menunggu tiga temannya yang tertinggal. Sambil memastikan apakah mereka aman-aman saja.

Dari kejauhan ada kendaraan yang datang. Ternyata, itu bukan teman Zaki. Melainkan gerombolan berparang yang mengejar. Akhirnya ketiganya kembali melarikan kendaraan dengan kencang. Berusaha melepaskan diri.

Malang tak dapat ditolak, ketiganya bisa terkejar. Gerombolan itu bisa memepet motor yang disetir oleh Hendra itu. Hingga hampir menabrak truk yang datang dari arah berlawanan.

“Sampai hampir adu muka dengan truk,” ucap zaki menceritakan insiden yang terjadi di wilayah Desa Menang, Kecamatan Pagu itu.

Setelah itu, salah satu pelaku menendang sepeda motor yang dikendarai Hendra hingga terguling. Tiga pemuda itupun bergulingan di jalan. Zaki yang merasa kesakitan karena luka-luka nekat berlari ke persawahan. Kemudian bersembunyi di sawah.

“Sakit tapi posis tak tahu kalau ternyata ada yang patah,” cerita Zaki. Belakangan diketahui kalau ada luka di sekujur tubuhnya. Serta patah tulang di tangan kanan akibat terjatuh dari motor.

Sekitar sepuluh menit Zaki tiarap. Di sela-sela tanaman-tanaman cabai. Ketika melihat situasi yang terdengar ramai, ternyata susah banyak warga berdatabgab. Dia pun memberanikan diri mendekati teman-temannya.

Saat itu, dia sudah melihat kondisi Rayyan yang terkapar, tengkurap di selokan. Sementara Hendra juga luka-luka.

Para korban segera dilarikan ke rumah sakit. Zaki dan Hendra dibawa ke RSKK. Sedangkan Rayyan yang tak sadarkan diri ke RSUD SLG.

Setelah diperiksa Zaki mengalami patah tangan kanan, luka lecet pada wajah, bagian kepala, kaki, dan punggung. Sementara Hendra luka pada kaki kanan kiri, serta pinggul.

Untuk Rayyan, luka lecet dan lebam pada lutut kanan kiri, tangan bagian kanan, alis kiri, tangan kiri. Telinga kanan juga mengeluarkan darah. Saat kejadian, Rayyan juga tidak sadarkan diri.

Setelah menjalani intensif di sana dalam kondisi koma, dini hari kemarin dia meninggal dunia. "Sekitar pukul 03.00 tadi (kemarin) saya dikabari kalau Rayyan meninggal dunia," jelas Achmad Fauzi Kurniawan, 30, kakak Zaki.

Terkait adanya hal tersebut, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama, melalui Kanit PPA Heri Wiyono membenarkan. Walau demikian dia enggan membeberkan rinciannya. Hanya memastikan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

"Pelaku masih dalam lidik mas," kilahnya.

Sementara itu Bambang Rukminto, 51, kerabat Rayyan mengatakan, bahwa dia berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas. Dan menangkap para pelaku. Dia juga berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Rayyan itu anak almarhum adik kandung dari adik ipar saya. Jadi waktu masih kecil ya mainnya sama anak dan ponakan saya," kenangnya.

"Tadi pagi setelah dari makam. Saya sudah hubungi AKBP Bimo Ariyanto Kapolres Kediri. Beliau memberikan atensi kasus ini, dan berjanji akan update perkembangan penyelidikannya," jelasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #tawuran #slg kediri #premanisme #tewas dikeroyok #pengeroyokan